44

1240 Kata

Arsenio yang tak memiliki perasaan apapun hanya mengangguk saja, bagi pria pemuda itu Zua adalah adik kecil yang membutuhkan perhatian lebih. Lagian sudah lama sekali mereka sering bertengkar sampai Arsenio lupa kapan semua itu di mulai. Zua mendekat pada Arsenio dan bersembunyi di dalam dadanya. “Di sini sangat nyaman, aku suka!” Arsenio memeluk erat Zua dan memejamkan matanya. “Aku akan tidur sekarang.” Entah pukul berapa, Arsenio tidak tahu karena matanya terbuka lebar saat mendengar sesuatu yang asing. “Kak.” Zua menahan tangan Arsenio yang beranjak dari ranjang. “Ssst…” Dia meminta Zua untuk diam. Perlahan Arsenio mengambil pistol yang ada di bawah kasur. Zua yang melihat hal itu sedikit terkejut, dia tak menyangka ada benda seperti itu di sana. “Kak Nio.” Arsenio memberikan ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN