43

1098 Kata

Wajah Zua berubah menjadi semakin kesal. “Jangan pedulikan aku hanya karena kau takut Zia kecewa. Aku tidak ingin menjadi alat untuk hubungan kalian berdua.” Arsenio menghela napas. “Siapa yang menjadikanmu alat untuk hal seperti itu? Jangan selalu salah paham, jadi duduklah di sini karena aku akan menyuapi dirimu makanan lebih baik. Kak Arsenio sayang Zua…” Gadis itu menggeleng! Tidak ada duanya ketengilan pemuda yang ada di hadapan dirinya. Sungguh luar biasa hidup gadis ini dalam beberapa tahun ke depan. Tinggal satu atap dengan Arsenio lama-lama akan benar-benar merusak jantungnya. “Cepatlah, aku harus ke kampus.” “Siap, bosku!” Selama di kampusnya Zua merasa tak nyaman. Apalagi menerima kenyataan saat tahu Arsenio tak hanya terkenal di fakultasnya saja. Dia juga sangat terkenal d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN