Arsenio menghela, “Baiklah, kau harus istirahat terlebih dahulu! Kita akan bicara besok dan aku ingin bicara juga dengan dokter yang merawatmu.” Arsenio tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Jantung pria tersebut berdebar sangat hebat. Dia sangat takut jika seseorang dari keluarga besarnya sakit seperti ini. Sesekali Arsenio masuk ke dalam kamar dan melihat Zua yang masih terbaring sangat lemas saat ini. “Jangan cemas begitu, aku jadi takut karena kau terus saja bolak balik seperti setrikaan. Aku tidak apa, ayo kita bertengkar saja!” “Kau belum tidur ternyata, kenapa? Apa dadamu sakit? Atau ada perasaan tidak nyaman? Dimana? Biar aku lihat.” Arsenio membuka selimut Zua dan baru sadar bahwa gadis itu sejak tadi tidak menggunakan sehelai benang pun. Tubuhnya begitu seksi di balik ku

