Kaena dan Sea hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mereka baru sadar insting seorang wanita masih tertanam jelas pada diri mereka. “Tenang saja, wajar kok! Kalian kan wanita normal,” ucap Kael yang kemudian mendorong tubuh Kaena dan Sea dari belakang. “Kak, aku senang banget waktu tahu kalau kakak jadi asisten pribadinya Paman El.” “Clarey ya, yang kasih tahu,” Sea mengangguk. “Iya, kapan lagi aku manfaatin orangtua yang kaya raya!” Kael terkekeh. “Enggak gitu juga kali kak! Malah Paman El beruntung kalau kakak Asistennya. Selain tekun, kakak juga cepat tanggap. Oke banget deh kakak!” “Bilang saja kalau kamu senang karena aku akan memiliki lebih banyak uang. Terus kalau itu aku, kamu bisa tanya-tanya kemana Demian! Iya kan?” Kaena yang melihat Kael dan Sea saling berbicara pun

