“Kak Kaena, ayo!” Kaena tersenyum, dia mengikuti langkah kaki Kael dan Sea. Gadis kecil itu duduk di belakang pada awalnya, tapi Kael dengan segenap hati meminta agar Sea duduk di depan. Sungguh Kaena terdiam karenanya. “Wah, Monster kecilku basah sekali. Jangan sampai masuk angin! Sampai di apartemen sebaiknya langsung mandi dengan air hangat.” “Siap kakak!” Sea memainkan jarinya. “Kael, di kamar mana Sea akan tidur?!” Kaena bingung karena mereka hanya memiliki dua kamar. Sedangkan Kaena sendiri tidak terlalu suka jika ada seseorang di kamarnya. Gadis itu sangat menjaga privasi, dia suka ketenangan. Dan sudah pasti Sea bukan kamar yang cocok dengan dirinya. Kael menatap wajah Sea. “Sea akan tidur di kamarku. Lagipula kami berdua tidak akan macam-macam.” Sungguh Kael terlihat bodoh

