“Kaena, tunggu aku!” Kael menarik tangan gadis yang kini berlari ke arah gedung belakang kampus. Kael memeluk Kaena dari belakang dan mengecup pucuk kepala gadis itu. “Kau sengaja Kael! Kau tahu kau sengaja. Kenapa harus Sea?! kau bisa mencari gadis lain.” Kael menatap mata Kaena. “Lalu kenapa harus Demian Qinax? Pemuda yang di akui oleh semua keluarga baik dari segi otak ataupun kemampuan lain, coba katakan padaku!” Wajah Kael berubah menjadi kesal, dia sangat mencintai Kaena. Tapi gadis ini tak bisa melihat dengan jelas dan tak ingin bersama-sama menghadapi kenyataan. “Aku-” “Kau tidak akan bisa menjawabnya, karena memang tak ada jawaban untuk itu. Kau terlalu melemahkan diriku, dan aku tidak bisa menahan ego saat kau meminta untuk saling menguji perasaan. Apa masalahnya? Sea juga

