49

995 Kata

Zea dan Ton kelabakan. Ron mencabut pisang miliknya dengan cepat hingga Zea hampir saja terpekik. Gadis itu masuk ke dalam lemari karena takut ketahuan yang Daddy. Sedangkan Ron merapikan pakaiannya untuk bertemu sang paman. “Lama sekali kau membuka pintunya.” Ron tersenyum, “Tadi aku sedang buang air besar. Ada apa paman kemari? Tumben sekali.” Zeo duduk di sofa. “Aku sedang pusing! Apa kau banyak kerjaan? Aku ingin mengajak kau melihat kasino yang baru. Di sana semua gadisnya sangat cantik. Tapi, entah kenapa tak banyak peminat. Selain berada di tengah kota, semua yang ada di Kasino sangat luar biasa. Aku merasa gagal, jadi apa kau mau melihatnya?!” Ron menelan saliva, kalau dia tolak maka tak akan enak dengan sang Paman. Lalu jika di terima, pasti pulangnya dia akan di cakar oleh Zea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN