36

1314 Kata

Sedangkan di dalam kamar itu sendiri, Kael sungguh merasa bersalah. Bagaimana bisa Sea menerima tinju Demian dengan tubuh sekecil itu. Dia sangat rapuh, pasti itu sangat terasa sakit di tubuhnya hingga tidak sadarkan diri seperti ini. “Kael!” Pemuda itu tersenyum menatap Sea yang kini terbangun. Dia mengusap rambut gadis mungil itu. “Minum ya…” Dia mengangguk. Dan berusaha untuk duduk tapi punggungnya sakit sekali. “Aku tidak apa-apa, jangan terlalu cemas. Wajahmu jelek sekali.” “Aku suka saat kau hanya memanggil namaku, aku juga suka saat kau memanggil diriku ini, kakak!” Sea tersenyum, “Aku lebih suka memanggil nama saja. Tapi tak mungkin aku melakukannya, tidak enak dengan Kaena. Kalian saudara kembar, mana bisa aku sembarangan.” “Sudah jangan banyak bicara lagi! Kembalilah tidur.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN