"Astaga ...." Rhea mendesah lalu membaringkan kepalanya di meja. Meski di depannya ini banyak buku yang harus dia baca, nyatanya Rhea tak bisa konsentrasi sama sekali. Ambyar sudah isi otaknya. Rhea memutuskan untuk keluar dari perpustakaan dan melarikan diri sejenak. Kalau terus dipaksa untuk belajar dan baca buku, yang ada kepalanya benar-benar meledak. Rhea menuju kantin. Makan adalah obat yang paling tepat kalau sudah pusing. Rhea pengin makan mi instan dicampur telur dan sawi rebus, pakai cabe rawit 5 biji biar pusingnya hilang. Rhea duduk dengan nyaman di bagian paling pojok kantin. Duduk sendirian karena tak ada satupun orang yang Rhea kenal. Pasalnya kantin tempat makan Rhea kali ini adalah kantin perpustakaan yang cakupannya lebih general. Orang-orang yang ada di sini buka

