“Oh benarkah? Aku takut.” Kata Sara mencemooh kemudian menahan sakit di lehernya yang tercekik lebih dalam. “Kau.” “Kau.” Kata Sara tertekan memotong pembicaraan dari penculik itu. “Tidak sadar?” Tangan orang itu sedikit mengendur di leher Sara. Rasanya dia menyadari sesuatu. “Kau tidak sadar kenapa aku membuka jendela begitu lebar dan membiarkan cahaya masuk ke dalamnya?” Selanjutnya, Sara terlepas begitu saja. Leher Sara memerah namun tidak apa – apa. Sara hanya terbatuk sesekali kemudian mengelap wajahnya yang terciprati darah dari orang yang sedang menggerang itu. Dia tertembak. Di bagian lengan setelah pecahan kaca dari jendela itu jatuh ke lantai. Kejadiannya begitu cepat dan Sara meringkus lagi orang itu. Sara sedikit menekan luka tembak pada orang itu kemudian terkekeh

