Sara membuka pintu kamarnya kemudian dengan cepat dia menaiki kasurnya. Perasaannya sulit untuk dijelaskan. Sara benar – benar tidak menyangka jika dirinya tidak bisa membaca pikiran pengedali sedangkan waktu bersama Julian, Sara bisa membacanya.
“Bagaimana liburanmu?”
Ponsel Sara tadi berdering, Sara mengangkatnya saat mengetahui jika itu dari Arga. Kemudian Sara menyambungkannya ke pengeras ruangan dan bisa berbicara sambil berganti pakaian di ruang ganti.
“Apa kau melihatku datang?” tanya Sara kepada Arga.
Arga di balik telepon mengangguk, “aku ada di ruang CCTV bersama Rico dan Josh.” Kata Arga membalas pertanyaan Sara.
Sara keluar dari tempatnya mengganti baju, “aku akan mandi sebentar lagi, hari ini cukup melelahkan.” Kata Sara sambil meminum minuman yang tadi dia tuang dari lemari esnya.
“Apa yang kau dapatkan dari luar, Sara?”
Sara tampak diam berfikir, “banyak hal.” Ucap Sara, “aku punya beberapa permintaan dan juga pertanyaan.”
Arga berdeham di seberang sana, “apa itu?”
Pikiran Sara sedang ruwet. Mungkin besok pagi Sara akan menceritakan dan berkonsultasi tentang pendaftaran beberapa waktu lagi. Sara juga akan meninjau ulang bagaimana cara untuk mengiklankan sekolahnya. Mungkin Sara tahun ini benar – benar harus turun ke lapangan.
“Aku akan membahasnya besok.” Kata Sara, “apa kau tidak ingin ke sini?”
Arga terkekeh, “besok pagi di rapat pagi.” Katanya, “aku akan ke sana sebentar lagi, setelah kau mandi.”
Sara terkekeh, “iya. Aku akan mandi sebentar lagi.”
“Baik. Aku tutup teleponnya.”
Sara tersenyum kecil. Arga memang selalu lembut padanya. Jika dia kasar, itu pasti ada pertarungan di atas ring. Sara juga tidak akan pernah membiarkan Arga menang di atas ring jika berduel dengannya. Begitu pula dengan Arga yang tidak mau mengalah pada Sara walaupun pada akhirnya, arga yang akan mengegrang keras ketika sudah ambruk di atas lantai ring latihan.
Di dalam pikiran Sara. Masih banyak hal yang tidak dia mengerti. Jika pengendali memang aib atau bahkan dikatakan ‘berbahaya’ bagaimana mungin satu perusahaan mempekerjakan orang – orang denga naib dan berbahaya seperti itu.
Itu juga bisa jadi menjadikan masyarakat sekitar dendam pada pengendali lebih tinggi. Gaji pengedali yang Sara cari tahu dalam perjalanan ke academy juga tidak sedikit. Kemungkinan besarnya, non – pengendali akan murka kepada pengendali. Dan pengedali akan semakin tinggi popularitasnya.
Bahkan jika dilihat di kota ini, pengedali tidak banyak. Atau hanya tidak terlihat? Sara belum bisa mengerti. Sebagian orang itu menganggapnya aib yang perlu di sembunyikan. Namun di satu sisi, jika pengendali bisa mengedalikan dan bisa menjadi penjaga perusahaan tentu saja itu akan sangat berguna. Untuk hidup kedepannya. Apalagi mengingat uang yang dihasilkan tidak sedikit atau bisa dikatakan sangat banyak karena keahlian ini unik dan langka.
Sara sendiri benar – benar dibuat berfikir. Kenapa warga kotanya menerima orang – orang atas dengan pengendali di sampingnya sedangkan orang – orang di abwah berfikir jika itu abi yang harus di sembunyikan?
Kemungkinannya, Sara harus memanggil pengedali yang bekerja di satu eprusahaan untuk menjaga perusahannya dan pengdeali yang sudah lama memendam pengendaliannya.
Sara juga harus bertanya kenapa ada dua sisi yang harus terlibat dan tentu saja sangat tidak seimbang seperti ini. Sara juga harus benar – benar bertanya kenapa ada orang yang menjadikan pengendalian element itu aib dan ada orang yang menganggap pengednalian itu baik untuk kehdiupan.
Pro dan kontra ini tentu saja harus Sara teliti lagi.
Mungkin nanti ada saatnya. Saat dimana Sara akan memperlihatkan jika pengedali itu tidak seburuk itu. Jika pengendalian itu tidak berbahaya asal kita mampu menguasainya.
“Harus dibuktikan.”
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
“Apa kau yakin dengan apa yang kau katakana itu, Sara?”
Semua orang lantas menatapnya tidak percaya. Menatap Sara dengan penuh kebingungan. Dan Sara hanya diam tanpa berkata apapun setelah mengatakan hal yang tidak masuk akal di kepala mereka.
Sara mengatakan untuk mengungkap jika sekolah ini juga bisa mengajarkan pengedalian. Pengendalian element lebih jelasnya. Sara ingin membuktikan jika element dan pengendali bisa saja tidak berbahaya jika mampu dan tentu saja tahu cara mengedalikannya. Pengendali yang sudah mahir tentu saja bisa diletakkan di peusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan kemarin yang Sara datangi.
Prof Gamma yang tampaknya tidak percaya dengan perkataan Sara.
“Aku jika harus, akan membuka akademyku sendiri, Prof.” Kata Sara dengan santai, “namun, sepertinya aku masih membutuhkan kekuasaanmu ini.” Lanjutnya masih dengan bersandar kepada sandaran kursi yang sedikit berat ke belakang menopang tubuh atas Sara.
Ayahnya juga tidak percaya dengan perkataan anaknya itu, “namun, kau akan merusak citra sekolah mata – mata, Sara.”
Sara mengangguk, “apa anda sendiri bisa mengendalikan perusahaan dengan penjagaan para pengedali?” tanya Sara.
Tara yang ada di depan Sara kini menyetujui apa yang Sara katakan.
“Aku sudah berhadapan dengan pengawal di sana.” Kata Tara, “dan mereka benar – benar berbahaya.”
Sara mengangguk lagi, “salah satu yang bisa melemahkan mereka adalah pengendali lagi.”
Hampir di seluruh ruangan itu kini mengerti kenapa Sara ingin membangun sekolah dengan pembelajaran element di dalamnya. Pertama, perusahaan tingkat internasional memiliki keamanan yang sudah seharusnya, namun jika keamanan perusahaan lain lebih aman dengan pengedali, mau tidak mau perusahaan itu akan mencari pengendali seperti perusahaan lainnya.
Pekerjaan dengan element tentu saja mudah jika sudah bisa di kendalikan dengan sekolah element khusus. Jika para perusahaan sudah memakai hal seperti itu, maka teknik mata – mata manapun akan sulit untuk menembusnya.
“Aku tidak memaksa,” kata Sara, “hanya satu hal yang perlu diingat, pengendali bisa menghasilkan uang lebih dari sekarang. Yang kedua, pengendali akan memperkuat sistem keamanan kita di academy.”
Arga dan Tara mengangguk bersamaan menadakan mereka berdua setuju dengan apa yang di katakana oleh Sara. Apalagi Arga. Dia sudah mendengar semua cerita keluh kesah Sara tadi malam. Arga juga menyetujui apa yang ingin Sara lakukan asala itu benar – benar tidak berbahaya bagi orang – orang lain dan tentu saja tidak berbahaya untuk Sara sendiri.
Prof Gamma, kakekknya Sara itu berfikir. Ayahnya juga berfikir untuk sejenak. Lalu kemudian keduanya sama – sama terlihat setuju dengan apa yang Sara katakana. Di lihat dari beberapa perusahaan, memang pengdeali mengambil alih kendali sekuriti dan itu membuat beberapa orang kehilangan pekerjaannya.
Hampir saja tim mata – mata juga kehilangan pekerjaannya karena hampir semua perusahaan akan menggunakan pengedali sebagai benteng utama mereka.
“Baiklah, Sara.” Kata Prof Gamma pada akhirnya, “apa dan bagaimana rencanamu kali ini?”
Sara tersenyum kecil ketika sarannya benar – benar di gunakan dan akhirnya di setujui. Lalu pada akhirnya, Sara memberikan idenya, menuangkan semua pikirannya semalam dan tentu saja Sara memerlukan banyak bantuan dari orang – orang yang ada di sini. Dua hari lagi dan pendaftaran akan segera di buka.
“Untuk yang pertama, di luar academy sana semuanya, hampir semuanya memakai media social dan media elektronik dan juga smartphone, jadi kita akan mengiklankan sekolah kita di sana.” Itu adalah saran Sara yang di sampaikan oleh Arga.
Arga dan Sara sebenarnya sudah berdiskusi untuk ini semalama. Sampai akhirnya, mereka tertidur dengan akhir rencana yang paling sempurna.
“Apa dan bagaimana iklan yang akan dipertontonkan?”
Arga mengangguk seperti sudah tahu ini yang akan di tanyakan oleh tim komputerissasi.
“Pada awal video, pasang foto dimana kita menjalankan misi, menayangkan video bagaimana kita menjalankan misi. Menarik Sandra dari lawan dan sebagaimana mestinya.” Ucap Arga.
Gracilda menyahut, “bagaimana dengan element?”
Sara kini berdeham, “aku akan ada di videonya tanpa wajah.”
“Kenapa tanpa wajah?”
Arga berdeham sekali, “karena di perempuanku.”