Element #11

1312 Kata
“Jadi apa saja yang perlu di siapkan untuk test pertama?” Tanya Emma pada Sara yang sedang tersenyum melihat masakan di meja makan. Rasanya, Sara sudah lama tidak menikmati masakan seperti ini. Hampir semua yang ada di meja adalah kesukaannya. Tentu saja, ibunya Emma adalah orang yang tepat untuk menjadi seorang ibu. Sara tidak pernah kecewa karena ibunya Emma ini. Dia sudah seperti ibu untuk Sara. “Sara. Kau menatap ibuku seolah kau ingin mencurinya dariku.” Kata Emma yang melihat Sara sedari tadi mengagumi ibunya sendiri. Sara terkekeh, “aku akan mencurinya suatu saat nanti.” Perkataan Sara itu membuat Emma mendengus da ibunya Emma terkekeh, “di saat seperti apa kau akan mencurinya dariku? Saat aku sudah mati?” Tanya Emma lagi. Gelengan dari Sara membuat dua orang perempuan di depannya itu lantas menatapnya bingung. “Aku akan mencuri ibu ketika anak ibu tidak pantas lagi disebut sebagai seorang anak.” Kata Sara kemudian meneguk satu gelas air putih di mejanya. Emma mendengus, “aku tidak akan mengkhiatani ibuku seperti yang ada di dalam pikiranmu.” Seru Emma, “lagipula, kita bisa berbagi. Ibuku selalu baik padamu seperti dia baik padaku. Tidak ada kata pilih kasih.” Ibu Emma terkekeh kemudian mengangguk, “anggap saja rumahmu dan ibumu sendiri.” Katanya lalu tersenyum mengusap kedua kepala anak muda di depannya. Sara mengangguk kemudian matanya beralih pada Emma, “kau hanya perlu mempersiapkan dan tentu saja menguasai beberapa alat yang bisa di pakai untuk bertarung.” Kata Sara, “kurasa jika kau melatih panahanmu, kau bisa diterima dengan mudah walau bukan aku pengujinya.” “Apa pengujinya banyak?” Anggukan Sara membuat Emma menelan makanannya secara paksa, “kau tidak perlu khawatir, mereka semua tidak kejam dan tentu saja akan membimbingmu dengan baik nantinya.” “Jika Emma masuk, bisakah kau memperlakukannya sebagai adik atau kakakmu di dalam sana?” Tanya ibu kini menatap Sara penuh dengan harap. “Hei.” Ucap Emma, “aku bisa menjaga diriku sendiri.” Lanjutnya kemudian menarik nafas, “lagipula, aku pantasnya disebut adiknya, dia lebih tua enam hari denganku.” Omel Emma. Sara dan ibunya terkekeh dengan omelan tidak henti dari Emma. “Aku akan menjaganya dengan baik, Bu. Akan aku pastikan ibu akan bertemu dia jika ada waktu keluar dengan aman dan tentu saja semua badannya lengkap dan tidak aka nada yang hilang.” Kata Sara. Sebenarnya, Sara tidak cukup yakin dengan ucapannya. Emma bisa saja cedera di bagian manapun jika dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Apalagi dengan misi yang mungkin sulit. Mungkin perlu pertarungan di luar sana. Sara juga akan menjaganya untuk menjalankan misi sesuai dengan kemampuannya. Sara tidak akan menjerumuskan Emma ke dalam lubang buaya jika bisa mendapat lubang kelinci, apa susahnya melewati lubang itu. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Kau yakin tidak akan menginap lagi?” Tanya Emma ketika Sara memasang sepatunya di halaman depan rumahnya. Sara sudah menginap semalam. Emma masih saja tidak bisa merelakan Sara untuk pergi. Menurut Emma, Sara hanya tidur sebentar di sampingnya. Sara tidak tidur nyenyak entah karena apa. Emma sebenarnya ingin Sara tidur lebih lama bukannya manja tidak ingin Sara tinggalkan. Walaupun iya, Emma tidak ingin dulu berpisah dengan Sara. Dirinya masih merindukan sahabat kecilnya. Setelah empat tahun, Sara baru bisa menemuinya. Dalam hitungan jam bahkan hanya sehari. “Aku juga harus menyiapkan pendaftaran dan kau harus berlatih. Ingat pendaftaran tidak akan lama lagi di buka.” Kata Sara. Sara sudah berpamitan dengan ibunya Emma yang sama – sama berangkat pagi. Ibunya Emma berangkat bekerja pagi sekali dan pulang siang. Entah, Sara tidak penasaran dengan pekerjaan ibunya. Ibunya Emma memang harus bekerja keras untuk dirinya dan Emma walau sekarang Emma bisa bekerja sendiri. Namun, ibunya biasanya melarang Emma bekerja dan berfokus pada pendidikkannya, apalagi sekarang sudah mendapat tawaran bagus dari Sara. Emma harus berlatih dan belajar. Emma mendesah kecil, “baiklah, tunggu aku di sana, Sara.” Sara sudah selesai mengikat sepatunya dan sudah berdiri berhadapan dengan Emma yang terlihat lesu. Seakan waktu di sekitar mereka ditarik lagi ke masa lalu. Ke masa dimana Emma dan Sara mengantri untuk masuk ke academy itu dan wajah Emma adalah yang dilihat Sara terakhir kali sebelum Sara masuk ke dalam akademi dan diam di sana beberapa lama. Pasrah dan tidak ada harapan. Lalu kemudian Sara memeluk Emma dan berbisik di pundak Emma, “kau harus bisa masuk ke sana, bodoh. Agar ibuku tidak repot mengurusimu.” Gurauan itu membuat Emma tertawa kemudian memukul pelan punggung Sara sambil terkekeh. “Dia masih ibuku, sialan.” Kata Emma juga sama – sama mengumpat. Sara tertawa kemudian melerai pelukannya, “aku senang kau bersemangat untuk mempertahankan ibumu.” Kata Sara, “bagaimapun juga, aku tunggu di sana, Em.” Emma mengangguk kecil kemudian menatap Sara yang melambai. Emma seharusnya benar – benar bisa masuk ke sana walau kemungkinannya kecil, Emma harus bisa melewati dan mencobanya. Emma tidak akan tahu bagaimana dirinya. Emma tidak akan pernah tau dirinya pantas atau tidak di academy itu jika tidak pernah mencobanya. Untuk itu, mulai hari ini Emma akan berlatih dan mempelajari ilmunya sendiri. Emma harus bisa menyusul Sara yang meninggalkannya sekarang. Sara sudah berjalan menjauhi tempat tinggal Emma. Sebenarnya, misi di sini sudah selesai. Sara sengjaa memberitahu Emma bahwa pendafatran akan segera di buka. Pesyaratan dan bagaimana cara masuknya juga sudah Sara berikan kepada Emma. Sara berharap besar jika itu bisa membantu Emma untuk masuk. Jika Sara kembali sekarang, tentu saja ada banyak hal yang musti disiapkan untuk pendaftaran beberapa hari ke depan. Namun, sebelum Sara pulang ke academy, Sara harus memastikan sesuatu terlebih dahulu. Sara mendengar kabar jika ada beberapa perusahaan di kotanya ini mendapatkan perilaku khusus dan penjagaan yang khusus juga dari Rico. Bahkan Rico sempat merentas CCTV namun berhasil di gagalkan. Untung saja Rico tidak ketahuan. Jika ketahuan, akan sangat sulit untuk menghadapinya. Perjalanan Sara menuju perusahaan itu cukup mudah. Sara menaiki angkutan umum dan membayar cukup mahal untuk sampai ke sana. Hanya di depan, Sara tidak masuk akrena bisa berbahaya. Apalagi Sara hanya sendiri. Namun, hal yang harus diketahui, Sara bisa saja masuk ke dalam sana dan mangalahkan orang – orang biasa di sana. Namun, Sara belum tentu berhasil melawan orang – orang dengan kekuatan semcam Sara. Sara belum bisa menilai bagaimana mereka mengendalikan dan bagaimana kekuatan mereka. Sara juga belum yakin akan hal yang dikatakan Rico waktu itu benar adanya. Rico mengatakan jika perusahaan ini salah satunya yang memakai keamanan tingkat lima. Tingkat pertama hanya di jaga beberapa penjaga, tingkat kedua dijaga beberapa penjaga pro, tingkat ketiga adanya penjaga lalu penjaga pro juga hacker seperti Rico, kemudian tingkat ke empat ada semuanya termasuk pengedali dan yang terakhir semuanya di gabung dan pengendali cukup pro di bidangnya. Sara sebenarnya penasaran namun rasa penasaran Sara cukup terbayarkan dengan bagaimana sistem keamanan di sana. Ketika Sara melangkah masuk ke gerbang, ada beberapa gulungan air mendekat dan setelah air itu menghilang ada orang di depannya. Luar biasa. “Apa sudah berjanji dengan orang dalam?” Sebenarnya, Sara kaget namun dia berusaha untuk menampilkan mimik wajah datar. Walaupun itu tidak bisa karena Sara benar – benar terkejut. Kekuatan pengendali ini sudah sangat pro. Sara menggeleng kecil. “Apa ini perusahaan air?” Orang di depan Sara saling menatap kemudian menggeleng kecil, “ini adalah perusahaan dengan batu bara. Apa ada keperluan?” Kata satu orang lainnya. Sara menggeleng lagi, “saya salah tempat.” Lalu setelah itu, Sara berbalik dan mengantri untuk masuk ke dalam bus yang dengan kebetulan ada di sana dan berhenti di halte. Di dalam hati, Sara berteriak. Sialnya, Sara juga tidak bisa membaca pikiran dari seorang pengendali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN