Arga bergerak melangkah dan mulai memeluk Sara. Dia benar – benar merindukan Sara setengah mati. Sewaktu kemarin dan kemarin yang jauh dari kata kemarin, Arga menghubungi Sara namun saat Sara tidak ada di dalam kamarnya. Sara lebih sering ada di luar kamarnya dan tidak membawa ponsel. Sekalinya Sara keluar dengan ponsel, Arga yang sedang menjalankan misi di sekolahnya. Sara sangat jarang menghubungi Arga. Begitu juga sebaliknya. Semaunya berlalu ketika saat ini Sara membalas pelukan hangat dari seorang Arga. “Kau tidak terluka?” kata Arga pelan kemudian melihat apa yang dikatakan Renata tentang Sara yang harus mendapatkan pengobatan. Sara menggeleng, “luka kecil. Aku bisa menyembuhkannya.” Ucap Sara kemudian tersenyum ke arah Arga. Arga mengangguk, “kau sebaiknya beristirahat

