Part 32

2029 Kata

"Mama, kalau nasi goreng itu enakan pake telur mata sapi atau telur dadar?" "Telur dadar." "Harumnya lebih sedep pakai bawang putih atau bawah merah?" "Pakai dua-duanya. Tapi banyakin bawang putihnya. Supaya harum." Aku mondar-mandir. Sebelum benar-benar melangkahkan kakiku keluar rumah untuk kembali ke Mall, aku harus mempersiapkan diri. Entah takut melupakan bahannya atau takut bertemu dengan Andre dan Sandra lagi. Sebab beberapa kali bertatapan muka, Mall sebagai jembatannya. Jembatan penghubung, setelah sekian lama kami tidak saling menampakkan diri. "Kamu gak capek? Nanti beseran. Duduk dulu. Ini Mama lagi buatin jus buat peninggi badan kamu. Diminum. Jangan ngeluh. Supaya kalau pelukan sama Bagas, bisa seimbang. Gak jomplang lagi." Aku berbalik, kedua alisku menukik. Apa-apaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN