Claire sadar dia bukan fotografer profesional. Sejak dulu, mengambil gambar hanya dilakukan Claire semata-mata untuk memenuhi hasratnya saja, sekadar hobi. Bagi Claire dan kepalanya yang selalu sembrono, filosofi dari fotografi tak hanya soal jepret-menjepretkan kamera ke objek yang dituju, namun yang terpenting dari seni ini adalah kejujuran, realita dan keindahan yang akan menjadi momen bermakna bagi gambar itu sendiri. Warna yang kuat, pencahayaan rendah, bahasa tubuh subjek, serta kedalaman sebuah peristiwa merupakan karakter yang hanya bisa diciptakan melalui dunia fotografi. Dan Claire belajar bukan hanya soal kejujuran—dia mencintai seni yang jujur. Tapi untuk mendalami profesi itu? Claire tidak tahu. Sekalipun Charles Lachowski membujuknya, Claire masih gamang. Dia tak terlalu suka

