“Aku—hanya ingin pinjam kunci mobilmu.” Claire akhirnya bersuara kembali, meski mencicit karena tatapan tak biasa Christian padanya. Claire memang salah karena sudah masuk tanpa permisi, tapi bisakah Christian bersikap normal saja? “Kembali ke kamarmu.” Christian mencengkeram bahu Claire, agak mendorong tubuh gadis itu agar buru-buru keluar dari ruangannya. “Sekarang.” Shit, jadi Claire diusir secara tidak hormat? Gadis itu menghentakkan kakinya kesal. Sudah lupa pada ketakutannya beberapa saat lalu. Yang ada sekarang hanya perasaan jengkel saja. “Kalau aku mengganggu acara pribadimu di sini kenapa kau minta aku tinggal?! Kau menyebalkan!” “Claire,” Christian mencekal lengan Claire ketika gadis itu berderap pergi. “don’t be such a kid.” “I’m a kid, what’s your problem?” serius, padaha

