Aku dan Cinta ku ( bag 2)
Meski hubungan kami di larang. namun tidak berpengaruh terhadap besarnya cinta . Kami semakin mencintai dan semakin hari cinta itu semakin besar. Dan kami memutuskan untuk menikah saja. Namun jelas permintaan kami untuk menikah di tentang keras oleh kedua orang tua gadisku. meski di larang bahkan di tentang orang tua hubungan cinta antara aku dan gadis semakin tambah besar.karena kami mencintai dari dalam hati. Kami pun terus berusaha cari cara supaya permintaan kami untuk menikah di setujui oleh orang tua Gadisku. Dengan perjuangan dan Doa yang sangat panjang. Akhirnya keinginan kami terwujud. Aku dan gadisku menikah. Bahagianya..
Dan sebenarnya dari sini lah kisah hidupku akan di mulai.
Tiga bulan setelah menikah Aku dan istriku di usir dari rumah orang tua istriku ( mertuaku ). karena waktu itu aku sedang mengalami kesulitan ekonomi dan sedang tidak punya pekerjaan tetap. Dan kondisi istriku lagi Hamil. Waktu itu pas bulan romadon ( bulan puasa ). seminggu sebelum hari raya idul fitri.
Aku dan istriku pun pergi berniat akan merantau saja. namun sebelum berangkat istriku aku ajak pulang ke keluargaku dulu yaitu kerumah kakak perempuanku untuk singgah semalam dan berniat berangkat merantau esok paginya.Setelah di rumah kakakku aku dan istri di sambut baik oleh kluarga kakakku. Sangat senang dengan kedatangan kami. malam itu sambil berbincang santai aku bilang ke kakakku bahwa besok pagi aku akan berangkat merantau . Tentu saja soal aku dan istri di usir oleh orang tua istri dari rumah tetap aku rahasiakan.
Namun kakaku tidak memberi ijin aku dan istri pergi. karena keadaan istriku yang sedang hamil. kakakku bilang boleh merantau nanti setelah anak pertama kami lahir. Akupun tidak bisa membantah perkataan kakakku dan menurut saja. akupun tinggal di rumah kakakku dengan kerja serabutan sambil menunggu bayi ku lahir.
Dan akhirnya..waktu yang aku tunggupun sampai. Anak pertama kami telah lahir. bayi laki laki yang sangat tampan. Bahagia nya aku kala itu..tak terasa air mataku pun jatuh..Terimaksih TUHAN ucapku lirih...( Bersambung...)