Main air hujan sangatlah menyenangkan. Namun tubuh Dhita tidak kuat merespons air hujan. Membohongi Daniel kalau dia memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Nyatanya tubuhnya langsung ambruk ke bawah. Meringkuk di balik selimut, mengigil kedinginan. Sama sekali tidak ada penyesalan dalam diri Dhita. Malah wanita itu ingin merasakan itu lagi. Berdansa di tengah derasnya air hujan, bersama Daniel. Aletha khawatir begitu juga Dave dan Davier. Setelah dokter memeriksa Dhita dan pulang, Aletha memintanya untuk tidur. Kali ini tampak berbeda, biasanya saat sakit Dhita akan merengek-rengek kesakitan tapi sekarang, malah sebaliknya. Senyuman terus melengkung di bibir putrinya. Lebih baik dia melihat putrinya merengek-rengek daripada senyum-senyum tidak jelas seperti ini. “Tidur, Dhita. Jangan se

