Mala petaka sebentar lagi akan menyerbu Dhita. Sudah memohon-mohon sambil menangis tapi Ken tidak mau mendengarkannya. Malah, Ken memberitahu Dave tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Ayahnya pasti akan sangat marah besar jika tahu dia kabur dan jenguk Biandika di rumah sakit. Hukuman tempo lalu belum terselesaikan dengan tuntas. Kartu kreditnya masih di sita. Lantas hal apa lagi yang akan ayahnya sita? Mungkin saja hukumannya bukan menyita barang. Sedari mendengarkan Gerald dan Ken berbincang-bincang, dia menelungkup—menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan. “Dave lagi on the way ke sini. Kayaknya dia gak tau, adiknya keluar rumah,” kata Ken. Gerald mengangguk. “Jelas, dia kabur. Nekat demi pria br*ngsek seperti Bian. Heran, kenapa bisa dia tergila-gila. Apa mungkin Bian pake ilmu hit

