Bisakah kalian menebak, apa yang akan dilakukan jika dua musuh dijadikan satu dalam satu tempat. Tatapan sinis dilayangkan oleh Dave. Dari kejauhan Dhita melihat betapa murkanya Dave. Sementara Biandika tetap pada pertahanannya. Sedikit takut, tapi tidak setakut saat Biandika ada di dekat Daniel. Mereka berdua saling memandang, sinis. Dave melipat kedua tangannya di depan d**a. Memutari badan Biandika. “Halo Biandika, apa kabarmu?” tanya Dave, berhenti memutari badan Biandika. Menatap Biandika dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Sedang tidak baik. Ya, tentu tidak baik karena hari ini saya bertemu kalian berdua di sini. Mood saya hancur seketika,” jawab Biandika tak acuh. Hendak menghindar dan pergi. Namun Dave menahannya. “Puas melihat adik saya terkubur di sampah?” Biandika tergel

