“Dokter Geraldi Cowdree, saya benar-benar meminta maaf. Saya lancang menyebarkan berita yang tidak benar tentang Anda.” Seorang wanita cantik berpakaian formal menundukkan kepalanya di hadapan Gerald. Dhita sama sekali tidak menduga ini. Semua ucapan Gerald tadi. Jurnalis yang telah menyebarkan berita palsu akan meminta maaf. Namun dia tidak menyangka, jurnalis itu akan datang langsung ke rumah sakit dan meminta maaf di depan Gerald. Wajah bersalah wanita itu terlihat sekali. Name tag yang terkalung, menunjukkan bahwa wanita itu sedang bekerja dan langsung datang ke sini. Berbeda sekali dengan Gerald. Datar, tidak menunjukkan sorot apa pun. Dhita, sebagai adiknya saja tidak bisa menebak apa yang tengah kakak sepupunya pikirkan. Kedua tangan pria itu mengetuk-ngetuk sampai beberapa ketuk

