Sesampainya di rumah, Dave merebahkan tubuhnya di kasur. Tidak seperti biasanya, rumah ini sepi bak kuburan. Biasa yang membukakan pintu untuknya itu ibunya, sekarang malah maid. Sedari tadi dia tidak bisa fokus. Perasaannya menjadi tidak enak. Seperti sesuatu akan terjadi. Saat ini yang ada di pikirannya adalah Dhita, adiknya. Dia bangkit, bergegas ke kamar Dhita. Menaiki tangga secara cepat dan terburu-buru. “Dhita!” “Dhita!” Sekali lagi, Dave memanggil. Namun tak ada sahutan. “Dhitania Cowdree!” panggil Dave berteriak. Khawatir akan keadaan adiknya, dia langsung membuka pintu kamarnya. Kosong, tidak ada orang. “Dhita!” Dave memeriksa kamar mandi, tapi ternyata tidak ada. Dia membuka handphone-nya, mencari-cari kontak adiknya lalu meneleponnya. Namun, saat ditelepon dia mendengar

