Dalam perjalanan pulang, semua keluarga Dhita datang menjemput. Ada Aletha, Davier dan juga Dave. Namun dilihat dari raut wajah kakak dan ayahnya, suasana membahagiakan ini terasa tegang. Demi melarutkan ketegangan yang terjadi, Dhita memutar musik dengan volume full. Dave merebut handphone Dhita. Mematikan musik lalu menyimpan handphone-nya di saku jas. Pandangannya kembali tertuju ke depan. Tidak memedulikan Dhita yang kesal karena ulahnya. Sekilas Davier melirik kedua anaknya di kaca spion, begitu juga dengan Aletha yang penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang. Aletha menyadari perbedaan dalam diri suami dan putranya. Puluhan tahun dia bersama Davier. Tahu betul ekspresi apa itu. Sebuah ekspresi menahan amarah. Berbeda dengan yang selama ini dia lihat, kali ini kemarahannya begitu b

