"Mas....boleh ya?!" Nara merengek sambil membuntuti kemanapun Angga melangkah. "Nggak Byan! Kamu hamil, kamu harus cukup istirahat. Besok kan juga ketemu." Kali ini Angga memasuki kamar mandi, dan Nara menunggu di ambang pintu. "Iya kalo ketemu! Kalo nggak ketemu gimana?!" Balas Nara dengan sedikit berteriak supaya suaminya yang dikamar mandi mendengar. "Pokoknya nggak boleh! Walaupun kamu nangis, tetep nggak boleh!" Angga berucap tegas dan keluar dari kamar mandi. Istrinya saat hamil memang kelewat cengeng. Nggak pas di hati langsung mewek. "Nggak! Nara nggak nangis!" Sahut Nara dengan wajah cemberut terus membuntuti suaminya. Padahal airmatanya sudah siap keluar, tapi Nara berusaha menahannya. "Sekarang uda hampir jam 10 malam. Kamu mau balik jam berapa?" Tanya Angga yang mulai ri

