Nara merasakan tetesan airmata Angga ditangannya yang masih menangkup pipi sang suami. "Haus..." ucap Nara lagi. Dengan segera Angga mengambil air mineral yang telah disediakan. Nara minum beberapa teguk lalu memberikan lagi botol ke Angga. Pria itu kembali mengusap punggung tangan istrinya. "Mas Dito kemana?" tanya Nara melihat sekilas ke arah Angga. Angga menggelengkan kepala. "Byan...Mas minta maaf...." ucap Angga lirih. Perlahan Nara menarik tangan yang sedari tadi di usap suaminya. Dia tak menjawab. Dia sudah lelah menangisi tingkah suaminya. Nara memalingkan wajahnya ke arah yang lain, menarik napas dalam dan mengeluarkan perlahan, dia berusaha tegar. Angga memaklumi, kesalahannya memang fatal. Mereka mendengar ketukan pintu, dan 2 suster masuk membawa nampan untuk sarapan

