Dua hari Aksara menginap di rumah baru itu. Meskipun besarnyatidak ada seperempat dari rumah di kota, nyatanya ia bahagia. Ia benar-benarbisa mengerti artinya quality time tanpa harus mengeluarkan budget mahalseperti perkiraannya. Ya, hanya dengan menemani Celine masak dan menikmatimakanan itu bersama. Seperti pagi ini, ia menemani istrinya untuk belanja dipasar tradisional. Hanya untuk ke pasar saja, harus melewati beberapa Desakarena saking pelosoknya tempat itu. Aksara meminjam motor Inah, mantan asistenrumah tangganya dulu. “Masih jauh gak, Sayang?” “Sebentar lagi, Mas.” “Dari tadi sebentar lagi tapi gak sampai-sampai. Tahu ginikita pakai mobil saja, Sayang.” “Jalanannya tuh kecil, Mas. Kalau pakai mobil takutnyaberpapasan dengan kendaraan lain. Akan kesusahan. Kasihan kan juru pa

