“Kamu sedih? Kamu tidak suka dengan pernikahan kita?” tanyaAksara kepada istri kecilnya. “Tuan aneh. Ya tentu tidak. Saya hanya terharu dengan statussaya yang berbeda.” Aksara tersenyum, “Dua status sekaligus. Jadi seorang istridan seorang Bunda. Salah sendiri, mau dinikahi duda beranak satu.” Celine membalas dengan senyuman kecil, “Saya dipaksa Tuan. Saya kan sudahnolak, tapi calon suami saya saat itu memaksanya. Itu perintah dan saya tidakbisa berkutik.” Aksara mendongakkan wajah Celine, menatapnya dengan lembut,“Saya tidak mau ditinggal kamu. Dengan begini kamu tidak punya alasan untukpergi dari rumah saya.” “Papa, papa, papa.” Denim yang digandeng oleh Baskoro itumendekat. Dengan sigap, lelaki yang dipanggil papa itu mengangkat tubuh Denimdan memangkunya. “Selamat, Tuan. Akhirny

