“Ini makanan apa, Tuan?” tanya Celine yang tampak memperhatikan makanan di atas meja. “Kamu nggak pernah makan?” Celine menggeleng, “Lihatnya saja baru sekarang.” “Ini namanya steak, Sayang.” “Sayang?’ tanya Celine kaget. Ia terkejut dengan nama sebutan baru dari Tuannya. “Iya, apa saya tidak boleh memanggil itu? Hari ini kita jadian. Kita resmi jadi kekasih.” Aksara merogoh saku celananya, kini ia menampakkan sebuah kotak bludru berwarna merah yang telah lama dibelinya. Cincin tersemat di dalamnya, sebagai pengikat cinta yang telah timbul di hati keduanya. Aksara dulunya berpikir, kalau cincin itu tak akan tersemat di jari mana pun. Namun kali ini, ia sudah menemukan wanita itu. Wanita yang berhasil meluluhkan hatinya yang beku. Wanita yang berhasil mengembalikan hatinya yang mati.

