Part |02|

1158 Kata
Attack. Aku akan menyerang setiap kepingan yang jadi penghalang kita. Kita layak saling cinta tanpa serangan pihak ketiga. Benny Givandio Suwardi, cowok bodoh yang memacari Peta dengan sukarela. Cowok itu tak tahu bahwa Peta menganggapnya sebagai helper. Diantar jemput, dikirim pesan, dijadiin ajang pamer atau teman malam mingguan. So happy to get a good boyfriend. It's benefit for bad girl. "Kamu gimana tadi kuliahnya?" "Baik aja Bendot! Lo gimana? Udah kelar skripshit lo itu? Kalau butuh apa-apa bilang aja, entar akun dosennya gue hack!" Benny, mahasiswa fakultas Hukum UI, seangkatan dengan Peta. Ia telat menyelesaikan kuliahnya. Saat teman-teman seangkatannya sudah lulus, dia malah sibuk ngerjain skripsi. Pelita Inera Lestari berhasil meretas website akademik UNRI. Ia melakukannya karena merasa tak layak mendapat nilai buruk dari seorang dosen. Dosen gila yang memberinya nilai E tanpa alasan yang jelas. Saat hatinya sudah penuh kebencian, ia meretas dan mengacak-acak semua nilai di website kampus. Peta di drop out karena perbuatan kriminal itu. Ia pindah ke Jogja dan mencoba peruntungan dengan masuk diploma jurusan Ilmu Komputer. Benny tahu tentang perbuatan buruk itu. Benny yang terlalu menyukainya menjadi support system Peta hingga kini. "Jangan ngadi-ngadi ya." "Bercanda seyeng!" "Aku mau telat aja lulusnya biar kita bisa wisuda bareng." "g****k lo ya. Jangan gitu ah, gue gak mau. Kalau sampai lo gak lulus tahun ini, kita putus!" Ancaman ini bukan sekedar ancaman. Aura kemarahan terlihat di wajah Peta. Cewek itu serius dengan perkataannya. Ia kesal dengan kebucinan Benny yang berlebihan. Ia tidak mau lagi berurusan dengan orang tua Benny hanya karena anaknya telat lulus. "Iya iya. Tapi entar kalau aku lulus, pasti bapak nyuruh aku pindah ke Riau."rengeknya sedih. "Ya udah, tinggal pindah aja." "Kok gitu sih? Kamu beneran sayang gak sih sama aku?" "Iya, aku sayang kok Ben. Tapi kita itu masih pacaran kan, kita bisa aja putus atau salah satu di antara kita mati. Kita jangan saling bergantung, gitu loh. " "Kamu gila ya, Ta? Ngomongnya kayak gak bertuhan aja. Kalau mau, kita bisa nikah abis aku wisuda." "Anjir, kamu jangan ngadi-ngadi. Aku masih kuliah loh, Bendot!!" "Ya udah habis kamu wisuda deh." "Udah ah, tuh abisin nasi gorengnya. Udah jam segini loh Bendot, besok gue telat ke kantor." "Iya bawel." Bagi Peta, uang bukanlah masalah. Ia bisa menghasilkan 15 juta sebulan dengan bekerja sebagai Developer di PT Voyavoya. Seperti namanya, perusahaan itu bergerak dibidang furniture untuk barang-barang diskotik dan klub hits di Jakarta. PT Voyavoya tak hanya menjual benda-benda nyata tapi juga makanan dan minuman alkohol yang cocok untuk berfoya-foya di dunia malam. Walaupun terkesan negatif, dimata masyarakat, perusahaan ini hanya perusahaan yang menjual furniture saja. Peta tinggal di Apartemen mewah di sekitar Margonda Raya. Ia berniat menyembunyikan kebenaran itu pada teman sekelasnya. Benny sendiri tinggal di kos-kosan elit dan tentu saja lebih low class di banding apartemen tempat tinggal Peta. Selain bekerja di PT Voyavoya, Peta juga aktif jadi freelancer untuk pembuatan website. Ia bisa menghasilkan ratusan juta ketika ada proyek besar. Saat sampai di apartemen, Peta langsung cuci muka dan pakai skincare yang ia beli seharga 500 ribuan. It's so cheap bruh. Ia menatap wajahnya yang makin berminyak karena bercampur udara kotor di kereta. Ia duduk di kasurnya dan bosan. Ia membuka laptop miliknya dan mulai mencari informasi tentang Yustiawan Wardian a.k.a Yuyus. Pencarian dimulai dari hal paling mudah, sosial media. Kata Shava, doi cuma punya akun f*******:. Memang itulah yang bisa dilihat oleh orang awam. Facebooknya yang berisi status alay dan kekerenannya selama menjadi manusia. Hey, semua manusia pasti pernah merasa keren. Minimal sekali lah ya. Peta melihat foto b***k Mas Yuyus di jaman dulu. Memang sih dia tampan, tapi ketampanannya tertutup oleh sikap sombongnya. Peta tertidur pulas dengan laptop terbuka dan tampilan profil f*******: Mas Yuyus. ***** "Pak, saya boleh ijin pulang lebih cepat gak hari ini?" "Emang ada urusan apa?" "Dosen saya hari ini sangat heboh pak masalah keterlambatan." "Hmm,,, ya sudah. Tapi ingat ya deadline project kita?" "Siap pak. Saya akan lanjut di rumah. Terima kasih pak." Peta lega telah mengutarakan unek-uneknya pada Pak Fonso, manajer IT di PT Voyavoya. Dengan berat hati, Peta terpaksa minta izin pada Pak Fonso hanya karena mata kuliah Mas Yuyus. Peta langsung bersiap-siap pulang. Dengan jaket hoodie ukuran big size, ia bergegas ke stasiun. Udara Jakarta yang kotor bisa dihalau jaket hoodie miliknya. "Ta, tumben lo cepet banget?"tanya Ammi ketika Peta tiba di kelas yang masih akan mulai sekitar lima menit lagi. Ia ngos-ngosan karena capek berjalan menuju gedung Fasilkom. "Menurut lo demi siapa Mi? Demi dosen yang akan ngajar bentar lagi." "Haha, Mas Yuyus?" Peta mengangguk. "Barusan doi kirim pesan di SKALA, bilang kalau kelas diundur jadi pukul 19.30. Doi bilang ada urusan gitu."  SKALA adalah portal resmi Fasilkom yang menghubungkan dosen, mahasiswa dan fakultas. Materi pembelajaran dibagikan di sana. Bangsat!!! Rasa kesal Peta menjadi-jadi. Ia merasa sudah gila mengikuti arahan Mas Yuyus minggu lalu. Sungguh kejam sekali dosen yang satu itu. Kenapa dia bisa telat tetapi mahasiswa tak bisa? "Lo bebas kok maki-maki dia di depan gue."seru Ammi saat melihat mimik wajah Peta yang berubah. "Maki-maki siapa nih? Parah banget!"ucap Dully saat tiba di kelas disusul Shava dan Channy. Kehadiran mereka membuat Peta gagal mengekspresikan kekesalannya. Satu hal yang ada di benak Peta, TUAN YUYUS ADALAH TARGET! Dalam rasa kesal itu, Peta berpindah ke kursi paling belakang. Ia membuka laptopnya dan melakukan pencarian tentang Mas Yuyus. Ia mulai mencari akal. Pertama kali adalah dengan meminjam ponsel Shava. Ia pura-pura bertanya tentang Mas Yuyus. Shava menunjukkan facebooknya. Dalam hitungan detik, Peta berhasil mendapat password dan username f*******: Shava. Dengan akun f*******: itu, ia bisa melakukan hacking pada akun f*******: Mas Yuyus. Ini pasti akan sangat mendebarkan, orang-orang disekelilingnya itu sangat paham security komputer. Mereka bukan orang awam yang bisa disepelekan. Peta harus bertindak tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Itulah alasan ia meminjam akun Shava, agar tak ada nama Pelita pada proses kriminal ini. "Maaf ya, saya memindahkan jam kuliah tiba-tiba. Awalnya saya kira bakal keburu, tadi saya dari Jakarta naik KRL. Maklum saya gak biasa kayak kalian." Sampah!!! "Aww, cute banget!" celoteh Dully sok gemas. "Mas ngapain ke Jakarta?" "Saya mulai pelajaran ya."lanjutnya tanpa menjawab pertanyaan dari Mas Faruk. Peta menahan tawa karena dia tak digubris. Sungguh tega. Peta bukanlah mahasiswa yang haus perhatian. Saat Mas Yuyus menyuruh volunteer untuk mengerjakan soal ke depan, ia tak berniat. Walaupun diberi tambahan nilai, dia ogah. Tanpa menjadi volunteer, dia bisa dapat nilai A+, lihat saja. Kesombongan Peta hanya ada di dalam hatinya. Butuh nyali besar untuk menyombongkan diri di depan umum! Itu adalah filosophy hidup Peta. Kadang ia merasa kagum ketika ada orang yang bisa sesombong itu. Ketika ada penjilat yang berhasil mencuri hati bos besar. Ia tidak bisa jadi orang yang bermulut besar. Pernah ketemu orang yang doyan telat? Terus pantengin EKSTENSI 404. Terima kasih sudah vote + comment. Btw mau nanya, kalo di cerita w*****d ada media youtube gitu, kalian tim yg dengerin sambil baca atau sekippppp aja? +++ Lightcyan +++
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN