Tentang Cinta

1000 Kata

"Di mana Darren?" tanya Bella. Kembali, dia duduk di atas ranjang yang sempat ditidurnya itu. Kakinya dilurusnya dengan punggung yang bersandar di kepala ranjang. Diperhatikannya pelayan yang tadi tengah sibuk untuk menyiapkan makanan paginya. Untuk kali ini, dia sama sekali tak tertarik dengan sarapan yang mengunggah selera itu. Mood nya sangat buruk sekali. Pelayan itu mengalihkan pandangannya, dia kini tengah memegang semangkuk bubur yang akan disuapi untuk sang nona. "Tuan sedang ke kantor, Nyonya." "Pecundang," umpat Bella pelan. Dia sangat yakin sekali, kalau pria itu memang sengaja pergi agar bisa menghindarinya, dia yang telah disakiti oleh Darren semalam. Luka semalam bukanlah main-main dalam nya, sampai pagi ini masih terasa nyeri, meski tak sesakit seperti semalam. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN