"kamu kenapa Tan"? tanya Ardi pada istrinya yang terlihat sedikit pucat, sepertinya Tanya telah mabuk laut.
"entahlah,kepalaku sedikit pusing dan aku merasa berada di dalam ayunan" jawab Tanya, Ardi mengusap kepala istrinya itu matanya tiba-tiba tertuju pada buku yang ada di genggaman tangan Tanya, " bukankah ini novel, Tan.. kapan kamu membelinya" Ardi bertanya dengan lembut, matanya sedikit memincing ketika ia membaca judul novel itu.
"saat kamu ke kamar mandi siang tadi,ada yang menawarkan padaku dari pada aku tidak melakukan apa-apa dan kebetulan aku juga menyukai novel,maaf ya aku tidak menunggu kamu langsung terburu-buru membelinya" jawab tanya dengan memasang muka yang kasihan, dia sepertinya takut suaminya itu akan marah padanya.
" aku tidak tau jika kamu suka novel, jika tau begitu aku ada banyak novel di rumah mama,tetapi tak satupun k*****a bukan aku punya,tetapi temanku yang memberikannya" kata ardi " benarkah, apakah masih ada"? istrinya bertanya dengan penasaran " mmm, ada tetapi di rumah mama, aku menaruhnya di kamar aku" jawab Ardi lagi, lelaki ini ternyata sangat tak peka pada istrinya padahal saat mereka menikah dia sudah tau tentang hobby Tanya membaca buku.
" baiklah,jika nanti kita balik ke kampung aku ingin mengambilnya apa boleh,"? tanya istrinya lagi, " tentu,adikku juga sepertinya tidak terlalu suka ,dan kami punya hobby yang sama" jawab Ardi.
setelah 3 hari kapal berlayar , akhirnya Ardi dan Tanya sudah sampai di kota K selama menuggu 3 jam di pelabuhan pamannya tiba untuk menjemput mereka berdua. Tanya tanpa sangat lemas, karena dia memang tidak menikmati perjalanannya,dia mabuk laut kepalanya sangat pusing.
"maaf Ar,tadi sangat macet,dan aku sudah menunggu dalam taksi selama dua jam" kata paman Ardi,. " tidak apa-apa paman,kami juga baru turun dari kapal 5 menit yang lalu" jawab Ardi.