bagian 49

762 Kata
di sisi lain, Tanya ternyata yang tertabrak oleh mobil, dia di bawah kerumah sakit yang agak jauh dari rumah suaminya. karena kata dokter kecelakaan itu sangat parah, di di rumah sakit itu tidak memiliki fasilitas yang lengkap. rumah sakit Erlin, Tanya sudah di rawat di rumah sakit itu selama seminggu, entah siapa yang telah membawanya ke sana, saat pulang dari mertuanya, Tanya berjalan sambil memikirkan perkataan arsi, dia tidak ingin suaminya itu mengambil anaknya, walau bagaimanapun dialah yang membesarkan anaknya dengan susah payah, ternyata saat itu dia tidak melihat arah saat berjalan akibatnya dia tertabrak oleh mobil. seorang lelaki yang mengantar Tanya adalah seorang yang masih baru di kota itu, dia termasuk seorang pengusaha, dan juga dia lah yang sudah menabrak Tanya. karena ketakutannya yang membuat dia tak terkendali setelah menabrak orang ,dia hanya menelepon asistennya untuk mengantar Tanya ke rumah sakit, tetapi karena rumah sakit tempat dia membawa Tanya tak memiliki banyak peralatan makanya ia di bawah kerumah sakit yang lebih lengkap. asisten yang menabrak Tanya tadi, masih menjaga di rumah sakit dia sepenuhnya akan bertanggung jawab atas apa yang telah di lakukan bos pada perempuan ." pasien yang berada di ruangan VIP nomor 25 , pasien sudah sadar! silahkan di cek keadaannya" kata dokter yang berada di ruang pemberitahuan. lelaki itu akhirnya bergegas, tidak lupa dia menelepon bos,. " tuan, wanita itu sudah sadar, aku harus melihatnya dulu, nanti akan saya kabari lagi jika sudah dapat berbicara dengan dia" katanya pada bos, dan yang menerima telepon hanya mengangguk dan mematikan teleponnya. di rumah Ardi, Ardi sedikit panik, sambil mondar-mandir di ruangan tempat ia bekerja, Adrian lalu bertanya padanya, " kamu kenapa kak, apakah ada sesuatu?" tanya Adrian, " aku,, Tanya sudah hilang beberapa hari ini ad, aku sudah kerumah mertuaku, tetapi dia juga tidak ada si sana" kata Ardi sedikit gugup berbicara "bagaimana bisa, kemarin setelah berbicara dengan ayah ,dia lalu bergegas untuk pulang, hanya saja dia terlihat sangat terpukul dengan ucapan kamu! kamu sangat keterlaluan Ardi" Adrian menjawab lalu meninggalkan Ardi sendirian di ruang. Ardi berfikir, apakah Tanya telah melarikan diri? atau dia di culik? mana mungkin seperti itu, hanya saja jika itu Vivi yang melakukannya, Ardi lalu mengambil teleponnya dan menelepon ayah Vivi " halo om, saya Ardi, bisakah saya berbicara dengan Vivi?" kata Ardi, ,yang di panggilan telepon sedikit marah mendengar Ardi menanyakan putrinya dan ingin berbicara dengan putrinya. "ada apa Ardi, sebaiknya kamu jangan mencari masalah dengan aku, saat ini Vivi sudah menikah dengan anak sahabat om, jadi jika dia terganggu, maka orang yang mengganggunya adalah kamu! jangan main-main ya" kata ayah vivi, " aku hanya menanyakan, apakah beberapa hari yang lalu dia ada keluar atau pernah menelepon seseorang? aku hanya khawatir karena dia membenci istriku, jadi maaf mungkin dia ada menyuruh orang untuk menculik istriku" kata Ardi, "mana mungkin ! Vivi saat ini sedang bersama suaminya, dia bahkan tidak menggunakan telepon, kamu bisa mendapat masalah karena ini arsi, jangan sampai aku menerima telepon dari kamu lagi ya, dan satu hal lagi jangan pernah kamu sampai menghubungi Vivi lagi" ayah Vivi tanpa menunggu Ardi berbicara langsung mematikan teleponnya. rumah sakit Erlin, Tanya bangun dengan merasakan sakit di kepalanya, matanya di buka perlahan-lahan, dia melihat berada di ruangan yang aneh, dan menoleh, ada seorang lelaki di dekat pintu dan juga seorang dokter, "selamat malam nona, bagaimana perasaan anda saat ini" kata dokter bertanya padanya, "aku sedikit pusing, dan .. ada apa dengan ku? " Tanya hanya menjawab dengan singkat, "anda mengalami kecelakaan seminggu yang lalu, jika boleh tahu ,siapa nama anda nona," dokter itu berjalan mendekat sambil bertanya dengan pelan , " aku,, aku tidak tahu siapa namaku" Tanya hanya menjawab dengan singkat lagi, dokter"..." "apa yang terjadi padanya dokter" lelaki di dekat pintu itu bertanya, "sepertinya dia mengalai amnesia, itu di akibatkan karena benturan keras pada kepalanya, dan saat di periksa kemarin, dia jiga memiliki gejala lain" kata dokter , " gejala lain? apa itu dokter?" kata lelaki itu, "dia sepertinya mengalai tekanan yang sangat berat, karena saat kami memberikan obat bius padanya untuk di lakukan beberapa jahitan pada tubuhnya, obatnya tidak bekerja, dia masih setengah sadar, sepertinya itu karena keterkejutan yang sangat hebat, dan juga untuk amnesia ini, mungkin akan sangat sulit untuk di sembukan" dokter berkata dengan sangat pelan, "jadi saya harus bagaimana dokter ,? agar dia bisa pulih kembali," kata lelaki itu, " sebaiknya dia harus tetap tenang,,jangan membuatnya emosi, dan juga ada sedikit kesakitan yang terlihat dari sudut matanya emosional yang ia miliki dapat memicu tidak akan pulih dengan cepat, mohon anda dapat bersabar jika ingin menghadapi dirinya" kata dokter lagi .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN