bagian 48

506 Kata
Ardi sangat kesal dengan keadaan ini dan pertanyaan ini, ah, kamu sudah menghancurkan semuanya Tan, apakah kamu senang sekarang? wah aku tidak sangka, wanita seperti dirimu yang terlihat lugu bahkan seperti Perri di mata orang tuaku, rupanya kamu hanya seorang parasit bagiku, kamu mau berpisah kan? baik aku ikuti kemauan mu, besok pagi aku akan ke pengadilan,aku pastikan kamu tak akan memiliki apapun dari hartaku, dan bahkan anak itu akan aku pastikan jatuh ke tangan hak asuh aku!" Ardi berkata dengan emosinya, mata Tanya tiba-tiba terbelalak, dia tidak menyangka Ardi akan selicik itu, plak, selesai Ardi berbicara ayahnya sudah menamparnya dengan keras,. " wah,, arsi, kamu yang telah bersalah dalam hal ini! mengapa kamu sangat tidak sopan hah," kata ayah Ardi, arsi setelah menerima satu tamparan dia lalu tak ingin berada di tempat itu lagi, dia lalu pergi. "ayah,, aku benar-benar minta maaf ,jika tadi aku tidak kesini dan berbuat ulah, mungkin Ardi tidak akan marah seperti tadi, aku minta maaf" kata Tanya sambil menunduk, dalam hatinya merasa sedikit lega namun khawatir jika perkataan suaminya itu akan benar-benar ia lakukan. "Tanya,,,wanita b******k, aku akui aku memang bersalah, tetapi tidak bisakah kamu memberi aku kesempatan?" Ardi sesampainya di rumah langsung mengamuk karena emosinya masih belum bisa terkendali, tiba-tiba di sudut matanya terlihat hasrat ingin membunuh, sambil mencibir ia lalu mencari kunci mobilnya, "Tanya, jika kamu telah membuat aku tidak punya kesempatan ? jangan salahkan aku jika aku mengambil jalan lain," kata arsi bergumam di dalam mobilnya, dia sangat tidak puas dengan istrinya itu, Ardi lalu mengambil inisiatif untuk menunggu istrinya di dekat rumahnya, tetapi tiba-tiba, dia melihat ada banyak kerumunan di sana," ah, ada apa itu?" Ardi berkata sambil berlari kecil menuju kerumunan itu, "ada apa pak, "kata Ardi menanyai seorang lelaki di sana. "anu pak, tadi ada seorang wanita yang terkena tabrak lari, tetapi saat ini dia sudah di bawah kerumah sakit " kata bapak itu, "oh, aku kira ada apa" Ardi hanya menjawab lalu kembali kedalam mobilnya, untuk menunggu Tanya. sudah hampir 3 jam istrinya belum muncul juga di jalanan, dia lalu kerumah ibunya untuk mencari istrinya itu, emosinya pun sudah hilang, "ma, Tanya ada?" " loh , 3 jam yang lalu dia sudah pulang , katanya mau jemput fellia di rumah ibunya," kata ibu Ardi, " oh begitu, aku akan ke sana, ma" Ardi hanya menjawab dan ingin segera kerumah mertuanya, "Ardi, jika kamu ke sana hanya untuk berbuat onar ,sebaiknya kamu jangan ke sana jangan membuat kami malu Ardi" ibunya jelas terlihat emosinya karena tingkah anaknya ini. arsi hanya mengangguk kemudian pergi dari sana, di rumah ibu mertuanya, "siang Bu, fellia ada," arsi bertanya pada ibu mertuanya itu, "oh nak Ardi, ada, dia sedang tidur sekarang, dan mengapa kamu kesini sendirian? istrimu? kemarin dia hanya datang menitipkan fellia, kemudian di pulang katanya mau pamit sama guru fellia" kata ibu Tanya, "ah, benarkah, aku kira dia telah sampai? itulah mengapa aku bergegas kesini" kata Ardi, dia sangat menyesal sekarang karena telah menganggap istrinya itu sebagai tukang ngadu, ibu mertuanya bahkan tidak tau tentang ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN