saat malam tiba, Tanya merasa suasananya saat ini sedikit berbeda, dia bahkan merasa tertekan saat ini.
"Ardi,siapa sebenarnya wanita yang bernama Vivi? apakah dia memang selingkuhan kamu?" Tanya langsung mulai pembicaraannya, dia tidak ingin jika suaminya itu membohongi dirinya,
"Tan, aku dan Vivi... kami hanya..!"
"hanya apa Ar, sepertinya kalian telah bercinta untuk beberapa tahun ini, dia bahkan bercerita padaku dengan wajah yang penuh dengan kebenaran" Tanya mengatur nafasnya, dia tidak ingin menahan itu lebih lama.
"dia berdusta, mana mungkin aku bisa bercinta dengan wanita yang familiar seperti itu"! Tanya hanya mencibir dan berkata "Ardi, aku memang hanya wanita kampung,bahkan setelah punya anak masih tetap tidak dapat berdandan,tidak dapat membuat kamu melihat aku lebih berbeda dari wanita lain, tetapi aku selalu berusaha membuat kamu tidak merasa tak memiliki istri karena tidak melayani kamu dengan semestinya," kata Tanya dengan penuh air mata, dia memang sangat menghargai suaminya ,dia sayang pada arsi tetapi tidak terima jika ia di perlakukan seperti ini,
"apa yang membuat kamu harus mencari wanita lain di luar sana Ardi, aku selalu melayani kamu dengan sepenuh hati, jika hanya soal kecantikan, kamu bisa mengatakan padaku ,aku bisa membuat diriku bisa lebih cantik dari siapapun,tetapi jika mata kamu hanya menunjukkan ketidakpuasan pada satu orang, meskipun yang kamu lihat itu adalah bidadari tetap saja kamu masih tak akan puas" kata Tanya dengan ketulusan hatinya berbicara,
"Tanya, aku saat itu hanyalah bermain-main saja, saat di kota K, dia yang mulai merayu aku ,aku juga tidak mungkin bersikap kasar pada wanita" kata Ardi mencoba menjelaskan,
"Ardi,kamu yang selama ini telah menipu aku dengan tingkahmu yang pandai menyimpan rahasia, bahkan masih tega menuduh aku telah hamil dengan lelaki lain, kamu tega melakukan tes DNA di belakang aku saat aku telah mengandung anakmu selama sembilan bulan lebih, saat aku melakukan operasi pun kamu bahkan dengan santainya bersama dengan wanita itu bersenang-senang, di sebut apa itu namanya jika bukan kejahatan "! tanya mulai berbicara dengan meninggikan suaranya.
"aku tidak terima Ardi, kamu boleh menuduh menghina aku,tapi tidak dengan menuduh aku berselingkuh, Adrian adalah adikmu, aku masih punya pikiran untuk membedakan ,kamu malah melempar kesalahanmu pada aku " Tanya mengungkit semua yang telah arsi lakukan padanya selama mereka menikah,
"aku sudah menjelaskan padamu, bahwa Vivilah yang telah menggoda aku di awal ,bukan aku yang sengaja merayu dia" Ardi merasa sedikit tegang sekarang,
" Ardi meskipun wanita itu menggodamu berkali-kali,kamu ada hak untuk mencari tempat kerja yang lain,atau tetap bekerja di sana dengan mengabaikan wanita itu, tetapi kamu malah menikmatinya,apakah kalian sudah pernah berhubungan?sudah berapa kali kalian berada di atas ranjang dan bercinta berkali-kali sampai..."
belum selesai berbicara sebuah tamparan telah mendarat di wajah Tanya,
"Tan, aku, ,, apakah kamu tidak sedikit keterlaluan dengan ucapan kamu? aku memang bersama dengan Vivi ,tetapi untuk bercinta atau tidur dengan wanita lain aku juga masih punya batas," arsi merasa bersalah karena tak dapat mengontrol emosinya, karena perkataan istrinya itu sudah keterlaluan.
"haha...bagus Ardi, tadi siang tangan kotor selingkuhan kamu telah menampar aku dengan sangat tidak tau diri, dan saat ini kamu juga melakukannya, sampah.. haha, benar-benar sampah, kamu tau mengapa aku tidak menerima kehamilanku di awal pertama itu? kamu ingin tau mengapa?
karena kamu! , kamu bahkan tidak benar-benar bisa membuat aku merasakan bagaimana nikmatnya bercinta, kami masih berfikir untuk bercinta dengan wanita lai, cihh" Tanya akhirnya merasakan sesak di dadanya sudah terlepas sekarang, dia bahkan merasa saat ini sangat bahagia, tetapi di sisi lain hatinya sangat rapih,rapuh karena lelaki di depannya itu.
"jika kamu ingin aku harus berubah,tunggu dan lihatlah besok atau lusa, jangan panggil aku istrimu jika kamu tak akan merasa aku masih seperti istri,selama ini aku hanya pemuas bagimu, tidak apa Ardi, ini akan membuat aku tidak akan melupakan tanda itu, tanda dari suami yang sangat tidak berperasaan,dan selingkuhan yang sangat kotor telah menampar aku." selesai berbicara , Tanya tak ingin mendengar apa yang Ardi ingin katakan ,dia langsung mengambil tas yang telah ia kemas sore tadi.
Tanya awalnya hanya ingin meluruskan apa yang terjadi, nun sakit hatinya karena suaminya itu sudah menipunya membuat dia tak sanggup untuk tinggal di rumah itu.