bagian 44

619 Kata
saat Tanya akan keluar rumah untuk pergi ke tempat ibunya, Ardi yang baru setengah sadar karena pengakuan istrinya itu, Ardi lalu bergegas menahan Tanya tepat di dekat jalan. "Tan, jangan begini, kamu seharusnya bisa menjelaskan padaku tentang ini, ayok pulang ya,, aku akan benar-benar..." sebelum Ardi menjelaskan lebih detail Tanya yang sudah hampir menggila " cukup... kamu bahkan membohongi aku sampai sebegitu mudah aku tertipu" kata Tanya yang berbicara dengan keras di sana, Ardi melihat sekeliling ,ternyata mereka sedang di lihat oleh orang lain, merasa agak malu karena baru kali ini mereka ribut di jalanan, Ardi lalu menggendong Tanya tanpa menunggu dia berteriak lagi. "apa-apaan ini arsi, aku mau pergi tolong turunkan aku! persetan dengan kamu Ardi cepat turunkan aku ..." Tanya berteriak sambil memukul punggung pria yang sedang menggendongnya itu, " tolong...siapa saja di sini bantu aku melepaskan diri dari penjahat ini,, aku mau pulang di rumah ibuku,," Tanya masih belum berhenti untuk berteriak, Ardi "..." " apa, aku seorang penjahat?" kata Ardi dalam hatinya tanpa menurunkan gendongannya itu. sesampainya di rumah, Ardi sepertinya sudah tidak terkendali, dia lalu mengunci pintu kamar sambil menurunkan istrinya di atas kasur, besar miliknya. "apa yang akan kamu lakukan Ardi? apakah kamu akan memerkosaku?seperti seorang maniak?" kata Tanya yang semakin emosi, "apa? memerkosaku? kamu itu istriku Tan, jangan coba-coba memprovokasi aku, tadinya aku hanya ingin agar kamu bisa mengerti ,tetapi sepertinya kamu benar-benar ingin mendapatkan rasa itu, baik akan aku tunjukkan sekarang," kata Ardi yang sudah mulai menggila lagi, "hak,lupakan saja kamu berani berselingkuh dengan sangat baik di luaran sana, dan sekarang ingin agar aku bisa menjadi penurut? jangan mimpi kamu?" Tanya hanya berbicara asal, tetapi kata-katanya itu justru membuat arsi semakin bersemangat sekarang. Ardi lalu membuka pakaiannya, tanpa di sadari saat Tanya sedang berbicara tadi ,dia bahkan sudah selesai melepaskan pakaiannya, Tanya "..." "ayo sayang ,,akan ku tunjukkan seperti apa rasanya," kata Ardi sambil mendekati Tanya, sedangkan Tanya hanya duduk kaku di sana tak memberi respon pada Ardi, tak mendapat respon dari istrinya itu, Ardi mengira Tanya telah setuju dia lalu mendekat dan menindih istrinya itu, Tanya lalu menamparnya, plak.. arsi hanya tersenyum tak merasakan tamparan istrinya itu ,dia tau bahwa dialah yang sangat bersalah saat ini, arsi lalu memaksa membuka pakaiannya tetapi karena Tanya tidak mau, dia langsung merobek pakaian itu , "Ardi, apa ini, aku baru membelinya kemarin dan kamu langsung merobeknya dengan sembarangan?" Tanya berbicara sambil menatap arsi dengan marah, " sayang, siapa suruh kamu bahkan tidak menjadi paruh sekarang" Ardi hanya tersenyum. Tanya merasakan setelah bajunya robek, kapan celana dalamnya lepas di juga tidak tau, "lelaki ini benar-benar maniak," gumam Tanya dalam hatinya.awalnya Tanya hanya menjadi patung di atas kasur, itu sangat jelas sekali ,sama seperi biasanya ,dia bahkan tak pernah merasakan apapun tapi tiba-tiba di atas kepalanya terbayang suaminya itu sedang bercinta dengan wanita lain, tanya tiba-tiba berekreasi seketika. selama dia bercinta dengan suaminya itu, dia tidak pernah mengambil inisiatif untuk berganti posisi, dia selalu berada di bawah, tetapi karena memikirkan suaminya saat ini sedang bercinta dengan wanita lain, dia lalu melakukan itu, dia mendorong arsi ,. awalnya Ardi mengira Tanya akan pergi meninggalkan kamar tetapi itu tidak di lakukan istrinya ,dia bahkan sangat kaget dengan kelakuan Tanya saat ini, karena masih emosi Tanya bahkan tidak tau gerakan seperti apa yang ia lakukan saat itu dai bahkan hampir seperti kuda, Ardi sangat kaget tetapi juga sangat menikmatinya, dia lalu bergumam dalam hati, " istriku sangat berbeda ketika sedang marah,dia bahkan lebih b*******h sekarang" sambil tersenyum Ardi sangat menikmati kemarahan Tanya, karena emosi masih ada pada Tanya ,dia tiba-tiba merasakan sesuatu, ya ,,sesuatu Yang tidak pernah ia rasakan selama ini,,, dan Ardi melihat itu hanya tersenyum dan berkata "gimana sayang,,, apa kah kamu telah merasakannya?" tanya Ardi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN