bagian 45

646 Kata
sayang sekali bagi Tanya, dia mendapatkan kerugian yang amat menyakitinya. "Ardi, kamu bahkan tak memikirkan perasaanku,kamu selalu menyakiti aku secara halus,di awal pernikahan kita, kamu pernah berkata padaku jika, di keluarga kalian tidak ada namanya perceraian atau memiliki lebih dari satu istri, itulah mengapa kamu sangat berani dengan perselingkuhan yang kamu lakukan" Tanya berbicara pelan pada Ardi, "aku minta maaf Tan, awalnya kami memang pacaran,tetapi saat itu ayahnya tidak menyukai aku karena aku adalah orang yang miskin, tetapi aku benar-benar tidak mengira jika saat itu dia berani mengejar aku ke kota K,padahal kami sudah berpisah selama dua tahun" kata Ardi, "sudalah Ardi, untuk saat ini perasaanku masih belum bisa menerima semuanya," Tanya hanya menjawab dengan sedikit keletihan di wajahnya, air mata Tanya juga sudah tidak lagi menetes karena hanya akan membuat dia semakin sakit. di sisi yang lain, Adrian sangat geram,mengapa tidak ,kakaknya bahkan tak punya perasaan sama sekali pada istrinya , "kakak, aku akan membuat perhitungan pada kamu! ayah ibu belum mengetahui ini, tapi aku tak ingin mereka tahu" kata Adrian bergumam sendiri di depan komputernya, Adrian menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba ada pesan masuk dari sosial media miliknya, isi pesannya " sayang, bisakah kita bertemu malam ini,ada yang ingin aku katakan! ,datanglah ke alamat ini,( jln..) aku ingin bertemu denganmu" Adrian saat membacanya sedikit mengerutkan kening, profilnya pun tak memiliki foto ,dia agak ragu ,tetapi saat ini di juga sedang tidak memiliki kerjaan, dia lalu membalas pesan tadi " baiklah aku akan segera ke sana" kata Adrian pada pesan itu. tiba di alamat yang Adrian tuju, dia melihat wanita yang sedang duduk di dekat kursi pemilik restoran yang tidak jauh dari restoran itu, wanita ini sangat menikmati pemandangan di sana, "ah ,Adrian apakah kamu masih ingat denganku?" kata wanita itu, "hmmm, aku tidak akan lupa pada wanita yang terlihat polos tetapi memiliki hati seperti ulat bulu, terlihat kecil tetapi juga sangat menggelikan" jawab Adrian dengan posisinya yang masih berdiri di depan wanita itu duduk, Mella, ya ,mantan pacar Adrian yang tega menyakiti hatinya dengan berselingkuh , Mella meninggalkan Adrian tanpa penjelasan demi untuk seorang lelaki tua, "sayang, kamu jangan marah dulu, aku hanya sedang rindu dengan kamu saat ini" kata Mella pada Adrian, menaikkan sudut bibirnya" kamu rindu padaku karena lelaki tua itu sudah tidak sanggup kah melayanimu?atau hartanya sudah tak banyak lagi ,sehingga kamu mulai bosan padanya" kata Adrian benar membuat malu Mella saat ini, memukul meja Mella lalu berdiri dari tempat duduknya " Adrian,, jangan karena aku katakan sedang rindu padamu ,lalu kamu seenak hati berkata seperti ini, apa bagusnya hanya memiliki sedikit harta,lalu kamu sudah begitu sombong sekarang" kata Mella melampiaskan emosinya, Adrian hanya bersikap seolah-olah di sana hanya seorang wanita yang tidak di lihatnya, "lalu , apakah perkataan ku tadi tidak benar? atau aku salah berbicara? maaf jika memang aku telah salah berbicara, namun maksud anda mengirim pesan untuk seorang lelaki yang tak ada hubungannya dengan anda apakah anda tidak takut?" kata Adrian berkata dengan santai , "Adrian, kita bisa memulai hubungan ini dengan cara sembunyi-sembunyi, aku akan menunggu sampai lelaki tua itu mari, lalu kita kan menikah bagaimana?" kata Mella dengan wajah memelas, "sayang sekali nona Mela, eh maksud saya nyonya Mella, saat barang yang pernah bersama aku kemudian di pakai orang lain, jangankan untuk bersama kembali, melihatnya saja aku sudah merasa mual, maaf sekali nyonya, tetapi barang bekas bagiku tidak lebih berharga dari rumput yang tumbuh di pematang sawah?" kata Adrian yang menatap Mella dengan tatapan menghina, awalnya Adrian telah mulai melupakan wanita ini ,tetapi melihat dirinya lagi saat ini, luka lamanya seperti di gores kembali, sangat sakit namun tidak berdarah. "Adrian,,, aku memang menjadi simpanan orang tua itu, tetapi aku belum pernah tidur dengan dirinya, bisa tidak kamu jangan keterlaluan saat berkata?" Mella berbicara sambil mulai menitihkan air matanya, dulunya Adrian sangat tidak tahan dengan air mata Mella jika dia menangis, tetapi saat ini dia bahkan tak bergeming sedikitpun.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN