bagian 15

370 Kata
tepat pukul 5 sore, Tanya dan Ardi sudah selasai merapikan tempat kontrakan baru mereka, maklum rumah itu ketika di tinggalkan pemilik lama mereka tidak membersihkannya,Ardi mungkin sudah terbiasa tetapi Tanya,dia baru beberapa menit saja sudah kewalahan karena tidak terbiasa. "kamu istirahat jika sudah penat,aku bisa membersihkan sendiri,ini sudah tidak banyak lagi" kata Ardi menyuruh istrinya untuk beristirahat, dari awal mereka datang dia memang sudah menyuruh istrinya hanya duduk saja,tetapi Tanya tidak mau hanya menjadi penonton saja, " baiklah,aku juga sudah lelah" kata Tanya sambil mengusap keringat yang ada di mukanya. " bisakah kau membuatkan aku jus,atau jika tidak kamu dapat membelikan aku di depan jalan ,kebetulan di sana ada warung " kata Ardi, "baiklah" tanya hanya mengangguk, " tadi,dia yang menyuruhku untuk istirahat ,malah di suruh membeli minuman ah,...ini sangat payah" kata Tanya menggerutu saat Tanya sedang keluar membeli minuman, tiba-tiba telepon Ardi berdering dan dia mengangkat sudut bibirnya karena nama yang tertera di layar itu, " Vivi" ,. " halo, siapa ya,"? Ardi pura-pura bertanya padahal dia jelas tau siapa yang meneleponnya. " halo Kaka,ini aku Vivi,masih ingat? gimana kabar kakak,?" kata Vivi dengan suaranya yang sengaja si buat selembut mungkin, jika orang lain mendengarnya tentu akan tergoda dengan suara itu, " oh,Vivi, aku baik untuk hari ini,kamu gimana? kok baru telpon padahal ini sudah hampir setengah tahun loh" Ardi berbicara sambil melirik kedepan pintu takut istrinya telah kembali dari membeli minuman,dia juga tida menyangkan mantan pacarnya itu akan menelepon lagi,stelah mereka berpisah karena Vivi harus lanjut kuliah ke luar kota. "aku tidak betah kak,di liat kota aku tidak memiliki teman ,dan juga aku belum bisa melupakan kakak,gimana nih kak, kakak di mana sekarang"? tanya Vivi, "aku...sekarang.." Tut Tut Tut Ardi tidak melanjutkan kata-katanya,karena istrinya hampir saja mendengar , "ini , minumannya ,eh siapa yang menelepon,kok kayak kaget gitu?" istrinya bertanya dengan wajah sedikit curiga, "anu,, mmm teman aku menelepon,katanya besok di tempat kerja pulangnya agak sedikit malam,ngk apa kan? karena hari ini aku minta cuti untuk pindah kontrakan" jawab arsi, memang dia meminta cuti satu hari,tetapi siapa sangka dia telah berbohong pada istrinya itu. arsi lupa untuk memblokir nomor Vivi agar dia tidak menelepon lagi,dia tidak ingin mengganti kartunya karena ada banyak kontak teman-temannya yang tau tentang nomornya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN