bagian 14

403 Kata
malam harinya,saat makan malam telah usai, Tanya berniat ingin melanjutkan bacaan novelnya, tetapi di ruang tamu dia seperti mendengar suara yang agak aneh, Tanya "..." "ini seperti suara desahan,tetapi sangat kecil" batin Tanya, dia lalu berjalan keluar dan menuju ke ruang tamu. betapa kagetnya Tanya,karena di sana ada Rani seorang diri, apa yang dia lakukan benar-benar sangat mengagetkan, Rani sedang menonton film dewasa di handphone miliknya," astaga anak ini,dia bahkan belum memasuki usia puber,tetapi kelakuannya sangat kelewatan batas". Tanya bergumam, Tanya langsung menuju ke tempat tidurnya,dia sangat syok dengan apa yang di lihatnya tadi, " aku harus seperti apa,mengapa saat mendengar suara seperti tadi aku merasa merinding,apakah karena aku belum pernah berhubungan dengan suamiku"? Tanya merasa panik. dia bingung harus melakukan apa,karena memang saat mereka menikah dua bulan yang lalu hingga kini ,dia kemudian melirik Ardi yang sudah tertidur karena kelelahan. "apakah kamu sudah berkemas,jam 10 nanti kita akan pindah di rumah kontrakan yang baru" kata Ardi pada istrinya yang baru selesai mandi,. " sudah Ar,dari kemarin ,lagi pula barang kita tidak banyak kan"? jawab Tanya sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, " sini duduk di dekatku,aku akan membantu mengeringkan rambutmu" kata Ardi dengan lembut. " aku bisa sendiri kok, rambutku juga tidak terlalu panjang,aku bisa sendiri," jawab tanya dengan pelan tetapi dia tiba-tiba teringat dengan yang ia rasakan semalam,. " bolehkah aku bertanya sesuatu," ? Tanya memberanikan diri bertanya pada suaminya itu,. " tanya apa"? arsi menjawabnya sambil menatap hpnya, "selama kita menikah,apakah kamu belum pernah merasakan sesuatu atau keinginan sesuatu pada ku"? Tanya dengan agak sedikit gugup bertanya pada suaminya itu, arsi "..." Ardi menghentikan memencet tombol hpnya, lalu menoleh pada Tanya,. "astaga wanita ini, apakah dia berfikir aku adalah lelaki tak normal,? mengapa dia bertanya seperti itu.sehaeusnya dia tau ,aku tidak terburu-buru karena ibunya juga yang menyuruhku untuk tidak memaksa anaknya"! arsi berbicara dalam hatinya dengan kesal. "aku sebenarnya punya rasa,tetapi harus menunggu kamu siap baru aku bisa melakukannya,aku tidak mungkin memaksa kamu Tan,. lagi pula ibumu pernah berpesan bahwa kamu masih belum dewasa,lagi pula aku mengerti kok," jawab Ardi dengan singkat. "bisakah kita mencobanya saat di kontrakan baru nanti"? kara Tanya pada suaminya itu, tetapi dia agak takut. " kamu tidak perlu memaksakan diri jika memang belum bisa,aku tidak mengapa kok" jawab Ardi . sebenarnya perasaan ingin melakukan hubungan seksual ,membuat dia hanya bisa melampiaskan pada game yang ia sukai,bahkan saat itu dia merasa bahwa tidak berguna menjadi lelaki .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN