bagian 13

421 Kata
"syukur untuk saat ini,karena Ardi telah memiliki pekerjaan dan pamannya juga sudah mengijinkan kami untuk mencari kontrakan baru" gumam Tanya ketika ia sedang sendiri, sambil membaca novel yang ia beli di kapal saat itu, sudah lama dia tidak membaca novel kesayangannya itu karena saat membantu bibinya juga sudah selesai. " kamu lagi membaca apa bibi"? Rani tiba-tiba bertanya pada Tanya dengan sangat tidak sopan,bahkan dia masuk tanpa mengetuk pintu, Tanya*...* "ah,Rani kamu membuatku terkaget,lain kali kalau masuk ketuk pintu dulu ya," kata Tanya pada anak yang tidak sopan itu. ingin rasanya ia memberi pelajaran pada anak ini,. " bibi kenapa marah, ini kan rumah Rani, jadi mau ketuk atau tidak itu terserah aku dong," jawab Rani dengan ketus, dia bahkan mencibirkan mulutnya, terlihat dari kelakuannya dia sepertinya tidak suka dengan Tanya,. "bibi, lebih baik bibi cepat pindah deh, aku malas tau ngk sama bibi,hanya menjadi pengganggu kayaknya di rumah aku"! "ran,ini rumah orang tua kamu,bukan rumah kamu,lagi pula saya mau pindah atau tidak,itu urusan saya, atau.. oh! aku tau kamu takut aku bercerita tentang apa yang kamu lakukan setiap malam? pada ibumu? kamu. bahkan tidak dapat menutupi apa yang menjadi ketakutan mu pada apa yang telah kamu lakukan, anak kurang ajar,"! Tanya sudah emosi dari saat Rani berbicara tentang rumah mereka, "Rani,kamu seharusnya menjaga sikap kamu pada aku, walau umur kita hanya terpaut 4 tahun tetapi kamu masih tetap hanyalah adik bagiku,kamu tau sendiri jika nanti ayahmu tau tentang kelakuan kamu yang kurang baik baik itu" kata Tanya lagi dengan nada yang sedikit menekan, tentu ekspresi wajah Rani seketika berubah pucat, karena dia tau betul bahwa ayahnya tidak mudah untuk di provokasi, tetapi jika Tanya bercerita tentu dia akan tamat saat itu, "kamu..."! sambil menunjuk pada wajah Tanya, Rani langsung meninggalkan kamar bibinya itu. "wanita ini harus di bungkam mulutnya,agar dia tidak berbicara pada ayah ku," ! kata Rani bergumam dalam hati tetapi, tiba-tiba saja dia tersenyum karena teringat kemarin malam pamannya Ardi sedang berbicara pada ayahnya tentang kepindahan mereka, "aku tidak perlu takut dengan wanita itu,toh besok dia juga akan pindah" kata Rani sambil berjalan dengan bahagia ke tempat ibunya berada . "ini pak kuncinya, semoga nanti bapak bisa betah ya tinggal di sini" kata pemilik kontrakan tempat untuk Ardi, rumah itu hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar tamu, tetapi cukuplah untuk mereka berdua." iya pak, saya juga merasa senang bisa dekat dengan tempat saya bekerja, jika tidak ada yang di bicarakan lagi saya permisi pak" kata Ardi pada pemilik kontrakan itu,. " oh,silahkan," kata pemilik kontrakan itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN