Ardi sebenarnya lelaki yang normal dan dia menginginkan istrinya malam itu, tetapi melihat kondisi Tanya saat ini dia sepertinya tidak tega, " aku akan menemanimu, jangan menangis lagi ya" kata Ardi pada istrinya ,dia menenangkannya seperti seorang kakak pada adiknya.
"kamu jangan memandangiku seperti itu,aku malu tau" kata Tanya sambil menghapus air matanya. sepertinya dia sudah lama menangis hingga membuat matanya merah dan bengkak.rumah ibu
Tanya.
sepertinya ibu tanya masih belum merelakan anaknya untuk berpisah dengannya, t
terlihat dari keadaannya saat ini dia sangat sedih,. dia sangat menyayangi Tanya karena hanya Tanya yang mengerti dengan dirinya." kamu tidak perlu mengingat Tanya terus-menerus,dia saat ini Sudak menikah dan sudah ada yang bertanggung jawab padanya" kata ayah Tanya ,dia memang perduli pada Tanya anaknya tetapi perasaan seorang ayah tidak sama dengan seorang ibu, ibunya mengandung selama 9 bulan lebih dan saat dia dewasa sudah harus berpisah dengannya." kamu tidak tau perasaan aku seperti apa, karena kamu tidak pernah merasakan mengandung dan melahirkan anak,semua anak kita pun engkau tidak terlalu perduli pada mereka" kata ibu tanya pada suaminya.
kakak tanya yang ada di luar kota sesekali melakukan panggilan video Dengan ibunya, maklum karena sudah menikah dan sudah mau punya anak, dia jadi semakin sibuk. dia menikahi seorang Jandi yang sudah memiliki 3 anak ,istrinya sudah menikah dua kali dan kakak Tanya adalah yang ketiga kalinya.
"Bu,bagaimana kabar kalian,apa kalian baik-baik saja,gimana dengan Tanya apakah dia sudah Pindak ke kampung suaminya"? tanya Yanuar kakaknya Tanya , sepertinya dia juga tidak terlalu perduli hanya sekedar bertanya saja , atau tepatnya iseng2 saja." ya ,saat ini mereka sudah pindah ke rumah baru suami Tanya, kebetulan dia sudah ada rumah sebelum menikah" kata ibunya "ah, paling rumah reyot Bu ." kata Yanuar, dia selalu benci jika mendengar saudaranya memiliki sesuatu yang baik, padahal itu adalah saudaranya sendi adik kandung." kamu tidak boleh seperti itu nak pada adik mu, biar bagaimanapun saat ini dia juga sudah menikah jadi kamu harus menghargai mereka" kata ibunya lagi, selesai berbicara dengan ibunya Yanuar sepertinya tampak kesal terlihat dari wajahnya yang kurang baik.
" kamu kenapa, kok kusut " kata Winda istri Yanuar " aku baru video call dengan ibu,sekalian tanya tentang keadaan adik aku yang sudah menikah,kata ibu suaminya sudah punya rumah baru sebelum dia menikah" kata Yanuar pada istrinya.
" lah,terus .. kok jadi kamu yang kusut" kata Winda " aku heran aja,biasanya jarang orang kampung sana itu anak mudanya pandai cari duit,sampai punya rumah sendiri sebelum Nika" kata Yanuar. " mungkin lagi mujur aja Yan.." kata winda.
rumah Tanya.
"Ardi,bangun, udah jam berapa ini," kata Tanya pada Ardi, "astaga, aku sudah bangun Tan, tapi sengaja tidur lagi mengapa sampai segitunya bangunin aku". kata Ardi yang dari tadi pura-pura tidur karena semalam dia juga kurang tidur ,jadi harus bermain game baru bisa tidur. " ya maaf, aku kira kamu masih tidur," jawab Tanya.
Ardi memandangi wajah Tanya saat tidur semalaman,dia tersenyum sambil memikirkan kapan dia bisa memakan wanita di depannya ini, walau bagaimanapun dia juga lelaki normal dan mereka sudah 20 hari menikah belum melakukan apa-apa, " Tan, boleh nanya sesuatu ngk"? kata Ardi " b
oleh,mau nanya apa"? jawab Tanya. " kamu dulu pernah punya pacar ngk"? kata ardi. Tanya"..."
"ada sih ,tapi namanya juga belum dewasa jadi dulu itu di sebut cinta monyet hehe" kata Tanya sambil tertawa kecil " kalau kamu sendiri"? kata tanya " ada juga tetapi .." Ardi tidak melanjutkan kata-katanya, " dulu sebelum aku datang melamar kamu, aku telah jatuh cinta pada seorang wanita yang juga tinggal di kampung kamu,rumahnya pun tidak jauh dari tempat kamu tinggal " kata Ardi " tetapi saat aku datang padanya dan berbicara serius untuk melamar, dia hanya berkata kalau dia sudah memiliki kekasih ,dan saat itu dia juga Seorang mahasiswa" lanjut ardi.