tepat pukul 10 pagi, Ardi menerima telepon dari seseorang. "halo.. iya paman aku juga belum ada pekerjaan nih di kampung sini, paman gimana di sana"? tanya Ardi, sepertinya dia dia sedang mengobrol dengan pamannya yang ada di luar kota. " nanti saya tanyakan paman, semoga istri saya tidak keberatan" , Kata Ardi lagi. sepertinya Ardi ingin menanyakan sesuatu pada istrinya, " Tan.. tadi paman aku nelpon,katanya dia mau ajak aku ke keluar kota ke tempatnya , kebetulan aku juga belum punya pekerjaan di kampung sini." kata Ardi, " apakah kamu mau ikut bersamaku,"? tanya" ..."
"jika kita keluar kota, rumah ini siapa yang tinggali Ar.. kan masih baru" kata Tanya, " nanti adik aku yang akan tinggal di sini.. biar nanti rumah ini tidak kosong, kebetulan dia juga belum nikah" kata ardi " sebenarnya aku belum pernah keluar kota Ar, jangankan ke luar kota pindah kampung aja seperti sekarang ini aku masih sedikit tidak terbiasa," jawab tanya " kamu tenang saja, nari aku akan berbicara pada pamanku agar kita berangkatnya bulan depan gimana.."? Ardi bertanya, " baiklah, lagi pula sekarang aku adalah istri kamu, kata ibu selama perkataan suami itu tidak mengandung kemaslahatan atau sebagainya maka kita para istri harus mengikuti , jangan menolak.." kata Tanya ,. " Ardi sedikit canggung, sepertinya istrinya setuju dengan keputusannya untuk keluar kota, Ardi tersenyum sambil mendekati tanya " Tan.. makasih ya, awalnya tadi aku kira kamu akan menolah karena saat ini aku telah memisahkan kamu dari orang tuamu, dan akan memisahkan lagi sedikit lebih jauh karena akan keluar kota" kata Ardi pada Tanya sambil memegang tangannya.
wanita ini sangat lugu dan polos Ardi"..."
karena memegang tangan tanya dia merasa ada sesuatu di bawah pusarnya, agak sedikit keras " ah.. padahal hanya memegang tangan mengapa jadi seperti ini"? kata Ardi dalam hati, " aku harus kerumahnya ibu dulu, mau minta pendapat jangan sampai dia tidak setuju" kata Ardi pamit, " oh, oke tapi kalau boleh kamu pulang makan ya malam nanti, aku akan masak makanan agar kita makan malam di sini, " kata Tanya pada Ardi, " baiklah, aku berangkat ya" jawab Ardi.
tepat pukul 9 malam Ardi pulang kerumah, dan Tanya sudah menunggunya di meja makan, " Tan, maaf ya agak kemalaman soalnya ada temannya ayah tadi yang datang, ngk enak juga soalnya" kata Ardi, " iya ngk apa-apa ayo makan nanti keburu dingin makannya" kata tanya, setelah selesai malam mereka berdua menonton TV sambil membahas apa yang tadi Ardi katakan pada ibunya,. " gimana tadi sama ayah dan ibu" Tanya memulai percakapan,. " um ibu sama ayah setuju karena kebetulan paman adalah adiknya ayah jadi dia tidak merasa khawatir " kata Ardi " jadi kapan kita akan berangkat"? kata Tanya pada Ardi, " mungkin awal bulan depan Minggu pertama, gimana" tanya Ardi,. " aku itu terserah kamu aja Ar, aku tidak jadi masalah.." jawab Tanya.
saat malam tepat pukul 3 dini hari, hujan lebat di sertai Guntur, Tanya sepertinya phobia dengan Guntur maka saat dia mendengar Guntur dia langsung melompat dari tempat tidur , dia datang mendekati Ardi yang tidur di lantai menggunakan tikar, " Ar.. aku takut Guntur boleh tidur di sini, atau kamu naik ke kasur aja tidur sama aku ,aku janji tidak akan tidur sembarang lagi," kata tanya sambil mengusap air matanya, karena dia telah menangis dari awal Guntur berbunyi. " baiklah, aku juga merasa kedinginan tidur di lantai kata Ardi.