bagian 24

657 Kata
saat Ardi tiba di kantor tempat ia bekerja, terlihat dari kejauhan Roy melambai memanggilnya, "ard,ada yang mau bertemu dengan kamu, sepertinya dia sangat familiar,dia seorang wanita dan sedang menunggu di ruanganmu,masukklah"! kata Roy berbisik pada Ardi. Ardi"..." " seorang wanita?sangat familiar?aku bahkan tidak tau siapa dia"? Ardi bergumam, saat dia masuk kedalam ruangan, "kejutaaan,...." suara wanita dari dalam ruangan yang mengagetkan Ardi, " ah ,Vivi? bagaimana kamu bisa ada disini? bukannya kamu sedang di kota S?kapan kamu sampai kesini? bagaimana kamu bisa tau aku bekerja di sini"? sejuta pertanyaan Ardi pada wanita yang ada di depannya itu, Vivi hanya memasang wajah cemberut," Ardi sayang,,kota negara ini seberapa luas sih,aku sangat gampang menemukan kamu,walaupun kamu berada di ujung dunia aku akan menemukan kamu,"! kata Vivi sambil tersenyum, wanita ini sungguh sangat luar biasa di tambah lagi dia adalah anak tunggal dari bos ternama di kota S,"Vivi,kita telah berpisah,dua tahun yang lalu,itupun kamu sendiri yang memintanya,mohon kamu jangan menggangu aku lagi! masih banyak lelaki tampan dan kaya di luar sana yang setara dengan dirimu"! arsi menjelaskannya pada Vivi tetapi dia lupa sesuatu,dia tidak mengatakan bahwa dia telah menikah dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah "Vivi,kamu itu sangat cantik,pandai anak orang kaya,sedangkan aku.. aku hanya pria miskin,tentu tidak setara dengan kamu,apa yang membuat kamu bisa tertarik padaku"? arsi bertanya pada Vivi. "Ardi,dulu ,aku menolak mu bukan karena aku tidak cinta pada kamu,aku akui aku memang menyukai seseorang dulu,tetapi dia hanya menginginkan uangku saja,dia tidak lebih dari playboy yang munafik " Vivi menjelaskannya, "Ardi,kita pernah bersama selama dua tahun,dan selama itu pula kamu tidak pernah menyakiti aku,itu yang membuat aku sangat ingin kembali padamu" Vivi berkata dengan setulus hatinya. "tidak bisa! aku..telah menikah,,dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Ardi berterus terang pada Vivi, dia tidak ingin istrinya salah faham nantinya. "aku tidak perduli,dan saat ini aku yang meminta ayahku untuk mempekerjakan aku di perusahaan ini,mohon kamu jangan menolakku,aku jamin untuk hubungan kita,istrimu tidak akan mengetahuinya"! kata Vivi berusaha memohon pada Ardi,dia memang baru menyadari sekarang,bahwa Ardi adalah lelaki yang sangat baik dan setia, " terserah padamu Vivi,tetapi aku mohon jangan menganggap bahwa aku telah menerima dirimu" Ardi mengatakan "terserah" apa maksudnya ini, apakah dia juga masih mengharapkannya?. Tanya kembali kerumahnya,dia tidak jadi ke rumah bibi Lidya setelah bertengkar dengan Rani,"ah,,anak ini sangat membuat mood ku jadi tidak baik,aku akan menunggu kamu benar-benar mendapatkan masalah ,baru setelah itu aku akan menambah masalah itu,hehe.." tanya pulang dengan tertawa merasa lucu dengan rani.jika orang lain melihatnya,tentu orang akan mengatakan dia sudah gila karena tertawa sendiri . usia kehamilan Tanya sudah hampir sampai batas ia akan melahirkan,dan saat itu juga saat di mana arsi mulai luluh dengan sikap Vivi padanya,apa lagi mereka satu perusahaan,setiap hari bekerja dan bertemu bersama. selama kehamilan Tanya pun ia tidak merasa aneh pada suaminya itu,yang penting dia pulang dengan tepat waktu dan bersikap biasa padanya. Tanya tidak tau apa yang telah suaminya lakukan beberapa bulan ini, tepat saat tanya sedang membereskan rumah,tiba tiba,dia merasakan sakit pada pinggangnya, lalu dia teringat kata bidak lili ,dia akan melahirkan Minggu ini,dia juga lupa memberi Tahukan ke pada suaminya,karena saat memeriksakan kandungannya dia selalu di temani oleh bibi Lidya. dia tidak masalah tentang itu, hanya saja saat dia merasakan sakit yang teramat pada pinggangnya, dia mencoba meraih ponselnya dan mencoba menelpon suaminya itu. "halo,siapa ya,"? "bisa bicara dengan suamiku,aku Tanya istrinya mas Ardi,"! Vivi"..." "dia sedang keluar memeriksa sebuah proyek ,mungkin akan selesai saat sore nanti,ada yang mau di sampaikan"? ah ,wanita ini telah berbohong pada Tanya, Ardi jelas-jelas sedang keluar membeli minuman,ternyata dia juga adalah wanita munafik. "katakan padanya,aku akan melahirkan saat ini,perutku sangat sakit ,aw..aw..tolong aku siapapun, di luar aw ..". tanya menangis menahan sakit yang akan membunuhnya itu, dia juga belum mematikan teleponnya, jadi Vivi mendengar jeritan Tanya di ujung telepon, sebenarnya dia juga merasakan kepedihan dengan jeritan itu,karena dia adalah seorang wanita yang nanti akan mengandung dan melahirkan juga ,tetapi detik berikutnya dia hanya mematikan telepon itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN