"ibu...,tolong aku,perutku sangat sakit Bu.! hu ...hu...hu..." Tanya menangis, sambil menahan rasa sakit di perutnya itu.
kebetulan saat ibu ibu Lidya yang sudah menganggap Tanya,sebagai anaknya sendiri,memilik firasat ingin melihatnya.tepat sekali saat dia datang, Tanya sudah meraung-raung kesakitan,
"ibu...,tolong aku,ini sangat sakit Bu,"
ah, Tanya,untung saja aku datang,kamu sudah menelpon Ardi? dia kapan ke sini"? kata bibi Lidya, "aku tadi sudah meneleponnya, temannya bilang dia sedang ada urusan sedikit" jawab Tanya sambil terisak menahan sakitnya.
"baiklah,nanti kita akan menelepon lagi tetapi kamu harus ke rumah sakit.aku akan menelepon ambulans oke, tolong tahan sedikit" kata bibi Lidya dengan sedikit panik, dia memang belum pernah merasakan akan melahirkan tetapi rasa sakit yang di alami Tanya,dia bisa merasakannya.
detik berikutnya, Tanya sudah masuk kedalam ruangan persalinan,air ketubannya telah pecah,karena dia hampir terlambat kerumah sakit ,terpaksa dokter menyarankan untuk operasi Caesar, karena dia masih sangat muda," di mana keluarganya?tolong tanda tangan ini Bu,pasien telah mengalami beberapa gejala,dan air ketubannya telah pecah,selain operasi maka bayinya bisa tidak terselamatkan,"! ibu Lidya sangat panik,tetapi dia juga menghubungi Ardi berkali-kali,tetapi tidak ada jawaban,terpaksa tanpa menunggu arsi, Tanya sudah masuk ke ruangan operasi.2jam kemudian, operasinya berjalan lancar,dokter keluar dari ruangan operasi dan mengabarkan pada ibu Lidya bahwa ibu dan bayinya sehat.
"selamat Bu,cucu ibu sudah di selamatkan,dia adalah bayi perempuan"! kata dokter pada ibu lidya.ibu Lidya sangat terharu, meskipun tanya bukan anaknya,tetapi dia saat itu sangat bahagia.
setelah selesai di bersihkan,ibu Lidya sudah bisa masuk ke ruangan ,melihat Tanya dan bayinya," Tan,bayimu saangat imut,dia bahkan mirip sekali dengan dirimu,kamu harus menjaga dan merawatnya dengan sepenuh hati," kata ibu Lidya sambil membelai bayi perempuan itu.
"bibi,apa mas Ardi sudah datang?apakah dia tau kalau aku telah melahirkan"? Tanya bertanya untuk pertama kali adalah tentang kehadiran suaminya,
" belum Tan,dari tadi aku menghubunginya tetapi tidak ada jawaban.mungkin dia sedang sibuk ,"kata ibu Lidya lagi.