Tanya tiba-tiba merasa dadanya sedikit sesak, "Ardi, mengapa kamu belum juga datang?apa kamu tidak ingin melihat anak kamu"? Tanya berkata dalam hatinya,air matanya menetes untuk sesaat.
"kamu tidak perlu sedih sayang,mungkin memang saat ini Ardi sedang sangat sibuk,tetapi ketika dia mendengar dan mengetahui bahwa kamu sudah melahirkan anaknya,dia pasti akan sangat senang" kata ibu Lidya memberikan semangat pada tanya.dia juga sedikit bertanya-tanya dam hati,sesibuk apapun harus memerhatikan keadaan istri,apalagi dia sedang mengandung.
di sisi lain,Ardi sedang makan siang dengan Vivi, tiba-tiba dia tersedak oleh minumannya, "uhuk uhuk," Ardi terbatuk, "pelan-pelan Ar,apakah minuman ini sangat enak,sehingga kamu sampai terdesak,atau karena aku ada di samping kamu"? kata Vivi sambil membelai tangannya
Ardi"..."
arsi tiba dia teringat dengan istrinya, Ardi langsung memeriksa hpnya dan benar saja,ada 30 panggilan lebih di sana,dan semua itu dari istrinya Tanya.mata Ardi sedikit membelalak,itu tiga jam yang lalu,dia bergegas menelpon istrinya, kembali.
"halo Tan, kamu bagaimana keadaannya"? Ardi bertanya dengan hati-hati,. "halo nak Ardi, Tanya ada di rumah sakit,dan dia telah melahirkan, bayinya seorang perempuan,kamu bisa kerumah sakit jika tidak sibuk lagi, dan mohon maaf saya terpaksa mengambil keputusan sendiri,yaitu mengijinkan Tanya untuk di di operasi, dokter yang menyarankan karena dia telah lama kesakitan"! ibu Lidya menjelaskan dengan teliti, Ardi yang ada di ujung telepon merasa sangat bersalah," baik Bu, makasih ya ibu sudah menolong istri saya! sepuluh menit lagi saya akan kesana". Ardi langsung melepaskan tangan Vivi,sepertinya dia agak kesal karena hpnya dari tadi vivi lah yang memegang,dia ingin bertanya tetapi itu tidak perlu,dia harus kerumah sakit sekarang.
saat arsi tiba,dia langsung bertanya pada petugas rumah sakit,dan bergegas mengurus biaya operasi istrinya ,ketika sampai di ruangan istrinya, Tanya sedang tertidur saat itu, dan ibu Lidya masih setia menjaga mereka,
"permisi,ibu,... bagaimana keadaannya,?apakah anak ku rewel"? arsi bertanya pada ibu Lidya, " tidak nak,dia hanya menangis satu kali dan tertidur pulas sampai sekarang,mungkin dia akan bangun ketika dia lapar." ibu Lidya menjelaskan.
Ardi benar-benar merasa sangat bersalah,mengapa ia sampai tidak bertanya pada istrinya itu tentang kapan akan melahirkan,mungkin karena ia terlalu sibuk atau terlalu perduli dengan Vivi ,yang merupakan mantan pacarnya,justru saat ini dia mulai menerima Vivi, ah, betapa bodohnya ia,
dia teringat dengan kata-kata Tanya saat pertama hamil,maka dia memanggil dokter untuk melakukan tes DNA,Ardi masih sedikit curiga tentang bayi itu.
Ardi hanya ingin mengetahui saja kebenarannya,tidak lebih.hanya untuk mengusir kecurigaan yang selama ini menyakitinya, satu Minggu kemudian,dia kerumah sakit tempat ia melakukan tes DNA kemarin,tetapi kali ini dia hanya pergi sendiri,tentu dia tidak ingin Tanya tau tentang apa yang ia lakukan itu.