"Ada apa?" Dave melepaskan kaca matanya dan menatap Aira yang perlahan masuk kedalam ruang kerjanya, "Bukankah sudah malam, kenapa belum tidur?" "Aira mau bilang sesuatu pada Papa." Aira menundukkan kepala dengan jari mulai meremas bagian bawah babydollnya. "Coba katakan." "Aira rasa Aira sudah besar dan Aira sudah bisa bertanggung jawab atas diri Aira sendiri, maka dari itu Aira izin kepada Papa untuk mencoba hidup secara mandiri dan terpisah dengan keluarga Kusuma." "Papa tahu kamu sudah beranjak dewasa sekarang tapi maaf untuk yang satu itu, Papa tidak akan pernah mengizinkanmu." "Tapi kenapa?" wajah kecil itu terangkat, menatap sang ayah sayu. "Seharusnya Papa yang bertanya kepadamu kenapa tiba-tiba kamu ingin belajar hidup mandiri." "Bukankah alasannya sudah jelas." wajah Aira

