74.

1266 Kata

Rumah yang damai menjadi tak terkendali dengan tangis Aliana bercampur dengan tangis si bungsu serta omelan panjang dan menggelegar yang keluar dari mulut Sri. Jika pada umumnya wanita tua akan bijak dalam menangani suatu masalah jauh bedanya dengan Sri yang langsung menyalahkan korban atas segala sesuatu yang terjadi. "Untuk apa kamu menangis anak tak tahu diuntung itu? Ibu yakin dia pergi memang karena keputusannya sendiri!" bibir Sri menipis dengan sewot, menatap Aliana yang menurutnya terlalu berlebihan. "Bu, Dave mohon untuk jangan memperkeruh suasana." "Ibu bicara apa adanya, Dave!" "Apakah ibu tidak sadar bahwa ibu menyebalkan?! Bisa saja Aira memutuskan keluar dari rumah ini karena ibu?!" "Kamu mau mengalahkan ibu?" "Iya." jawab Dave lantang, "Beberapa hari yang lalu Aira iji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN