“Butuh berapa lama? Apakah bisa dipercepat? Baiklah, saya tunggu kabar darimu.” Dave langsung menutup sambungan teleponnya saat ekor matanya melihat pergerakan Aliana yang turun dari lantai 2 bersama Askara dan langsung mengalihkan pandangannya kearah sang assistant, “Sebaiknya kita berangkat sekarang.” “Baik Tuan.” Pria berkaca mata itu membenarkan kaca matanya sejenak sebelum mengikuti sang Tuan yang pergi begitu saja. “Papa!” Askara berteriak keras, berlari kecil dan meraih bagian belakang jas sang ayah. “Askara jangan lari-lari!” Aliana mau tak mau juga ikut berlari mengikuti anak asuhnya dan terpaksa harus berada di radius sangat dekat dengan sang tuan. Aliana yang masih marah dan tersinggung tentu saja mengalihkan pandangannya kearah lain, sangat malas kontak mata dengan Dave. “

