“Apakah kamu berniat terus marah?” Dave melirik sosok gadis yang kini duduk disampingnya yang diam seribu bahasa sejak keluar dari supermarket tadi. Bisa dibilang acara belanja tadi gagal, Aliana yang mendengar ucapan dari Miala langsung menggertakkan giginya keras, penuh emosi sebelum akhirnya memutarkan tubuhnya untuk pergi, beruntung Dave meraih tangan gadis itu dan memaksanya untuk masuk kedalam mobilnya. “Saya minta maaf, Ok?” tak ada jawaban, Gadis itu terus berpaling, menatap jalanan tanpa mau menoleh sedikitpun pada si pengemudi hingga akhirnya mobil yang dia kemudikan sampai di tempat tujuan. Begitu mobil berhenti, Aliana langsung membuka pintu mobil dan keluar begitu saja membuat Dave ikut keluar, berjalan dengan langkah cepat untuk bisa meraih tangan gadis itu. “Aliana…” “A

