“Apakah diperut aunty sekarang ada adiknya Askara?” bocah kecil itu menatap Aliana yang duduk disampingnya, menatap sang ibu sambung dengan pandangan penuh harap. “Panggil Mama jangan aunty.” Ucap Aliana dengan mencubit lembut pipi Askara. “Maaf, mama.” Jawab bocah itu dengan senyum lebarnya, “Jadi Askara akan punya adik?” “Iya.” Senyum Aliana lebar sembari mengelus perutnya yang masih rata, “7 bulan lagi adik Askara akan lahir.” “Askara nanti boleh bermain dengan adik Askara?” “Tentu saja boleh.” Angguk Aliana pelan. “Sudah malam, apakah Askara tidak mau kembali ke kamarmu sendiri?” Dave masuk kedalam kamar dan duduk disamping sang istri dan menatap putranya sebal. “No. Papa.” Askara menggelengkan kepalanya pelan, “Askara masih mau disini bersama Mama dan adik Askara. Askara mau bo

