Tubuh Aliana remuk redam. Gadis satu itu melirik sang suami dengan pandangan kesal pasalnya hal ini terjadi karena ulah pria itu dan si tersangka dengan santainya mondar-mandir di dalam kamar sembari bersiul bahagia. "Hentikan siulan menyebalkan anda, Tuan Dave!" teriak Aliana kesal, wanita satu itu meraih bantal dan melemparkannya kearah sang suami. "Eits, tidak kena." kekeh pria satu itu sebelum akhirnya mengambil bantal yang jatuh kemudian duduk di ranjang, disamping sang istri. "Masih sakit?" "Nyeri dan Ngilu." Rajuk Aliana, gadis itu mendekat kearah Dave dan bergelung di perut pria itu. "Maaf, saya terlalu lepas kontrol tadi hingga membuatmu seperti ini." Dave mengelus surai lembut Aliana dan mengecup dengan sayang. “Hm.” Angguk Aliana pelan bersamaan dengan bunyi ketukan pintu

